Gubernur Maluku Tekankan Tiga Point Penting Dalam Hadapi Covid-19

AMBON,N25NEWS.com-Dampak dari penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) membuat Gubernur Maluku,Murad Ismail mengambil langkah-langkah kebijakan dalam rangka pencegahan semakin merebaknya virus ini,termasuk menghadapi dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat wabah Covid-19.

Hal ini dikatakannya saat memimpin jalannya rapat online melalui video conference bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku,Bupati/Walikota,Gugus Tugas Kabupaten/Kota,Tokoh Agama dan Pimpinan OPD terkait di lingkup Pemprov Maluku,rabu (8/4).

Dalam rapat online tersebut gubernur lebih menekankan tiga hal utama dalam menghadapi pandemi Covid-19 yakni masalah kesehatan dan keselamatan,ketahanan ekonomi,serta pemberian jaring pengaman sosial.

Berkaitan dengan masalah kesehatan dan keselamatan gubernur mengingatkan kepada seluruh Bupati^Walikota untuk dapat meningkatkan kerjasama dengan Forkopimda,TNI/Polri dan para tokoh agama,untuk memperketat pintu-pintu masuk dan keluar di daerah masing-masin,”Untuk itu,akan dibantu TNI/Polisi dan instansi terkait lainnya,”kata gubernur.

Menurut,gubernur masih banyak masyarakat Maluku yang belum berdiam di rumah sebagaimana himbauan pemerintah.Gubernur meminta agar seluruh Bupati/Walikota didaerah masing-masing dapat bekerjasama dengan TNI/Polri,untuk memastikan masyarakat agar tetap stay di rumah.

“Saya juga meminta,untuk lokasi karantina di seluruh kabupaten/kota agar diperhatikan dan diperketat pengawasannya,”pinta mantan Komandan Korps Brimob Polri ini.

Sementara terkait dengan ketahanan ekonomi gubernur tegas himbau kepada Bupati/Walikota untuk segera merelokasi anggaran bagi penanganan Covid-19 dan membahasnya bersama DPRD.Selain itu,untuk dapat meningkatkan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat terus bergerak,dengan memproduksi masker,APD dan kebutuhan lainnya.

Baca juga :   Resmikan Gedung Perpustakaan Dan Gedung Lab MIPA IAIN Ambon,Ini Harapan Gubernur

Dirinya juga inginkan adanya perlindungan dan proteksi kepada pekerja informal dan pekerja harian lepas,berupa perluasan Kartu Pra Kerja,serta menjaga ketersediaan kebutuhan pokok,dengan selalu mengoptimalkan Satgas Pangan.

Lebih lanjut gubernur menandaskan,khusus untuk Pemberian Jaring Pengaman Sosial,pemerintah akan memberikan bantuan kepada kurang lebih 40 persen atau sekitar 103.239 kepala keluarga (KK) yang terdampak seperti tukang ojek,tukang becak,pedangang asongan dan lainnya.

Adapun,bantuan yang diberikan,jelas gubernur,berupa sembako senilai Rp.200.000,-kepada setiap KK terdampak selama sembilan bulan kedepan,dengan porsi pembiayaan adalah 20 persen APBD provinsi dan 80 persen APBD kabupaten/kota,juga termasuk Dana Desa (DD).

“Saya minta lagi kepada Bupati/Walikota untuk secepatnya melakukan pendataan di masing-masing daerahnya untuk bisa didistribusikan menjelang bulan Ramadhan,”pungkasnya.

Gubernur Maluku,juga menekankan pada dua prinsip utama dalam penanganan Covid-19 ini,yakni mengobati yang sakit dan menjaga yang sehat.Selain itu pemerintah provinsi Maluku,telah mengeluarkan beberapa keputusan penting antara lain,penetapan Maluku Dalam Keadaan Darurat Non Alam dan Maklumat gubernur Maluku.

“Sebagai usaha dalam menahan laju dan memutus mata rantai sebaran Covid-19,saya harap agar masyarakat tetap mengacu pada ketentuan dan kebijakan social distancing (jarak fisik).Semoga para Bupati/Walikota bersama TNI/Polri dan tokoh agama dapat membantu proses ibadah selama bulan Ramadhan nanti,”tandas gubernur.

Sumber     : Humas Pemprov Maluku

Editor        : Aris Wuarbanaran

 

Check Also

Sehari Sebelum Dilantik,Widya Buka Pembekalan Pengurus Kwarda Maluku

AMBON,N25NEWS.com-Jelang sehari dilantik oleh Ketua Kwarnas Pramuka, Budi Waseso, Pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir …