Gugus Tugas Covid-19,Bersama OKP Bahas Isolasi Desa

AMBON,N25NEWS.com-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Provinsi Maluku,menggelar pertemuan bersama dengan sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dengan agenda pembahasan penanganan virus corona di Maluku.

Adapun,pertemuan ini dipimpin Ketua Gugus Tugas Provinsi Maluku,Kasrul Selang,didampingi Kepala Dinas Kesehatan Meykal Pontoh,yang berlangsung di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku,jumat (3/4/2020).

Sementara OKP yang hadir pada pertemuan itu,yakni HMI,KAHMI,PMII,PMKRI,GMNI dan beberapa organisasi lainnya.Selain itu,juru bicara dari perwakilan masing-masing OKP merupakan alumni yang tergabung dalam kelompok Cipayung.

“Kenapa kami menginginkan kelompok Cipayung terlibat di Gugus Tugas ,? Agar ada lembaga yang bisa melakukan partisipasi atau koordinasi langsung dengan masyarakat termasuk mahasiswa.Selain itu mahasiswa ini,jelang libur atau Ramadhan dipredisi akan mudik dalam jumlah yang banyak,”kata Kasrul Selang.

Meskipun kata Kasrul,beberapa Bupati/Walikota telah menganjurkan kepada kepala desa untuk menerapkan isolasi desa.Namun,untuk penerapan isolasi desa di kota Ambon,dirasa cukup berat tantangannya.Olehnya Gugus Tugas menginginkan keterlibatan kelompok Cipayung untuk seperti apa cara penerapannya.

“Berawal dari RT,mungkin di negeri-negeri kawasan Maluku Tengah dan Maluku Tenggara,koordinasinya cukup di tingkat negeri atau Ohoi,nah pada negeri dan Ohoi inilah yang berperan menginstruksikan isolasi desa,”jelas Kasrul.

Lebih lanjut,Kasrul menandaskan,pihaknya sering mengatakan,bila di kota Ambon,kemungkinan pembentukan gugusnya tidak hanya sampai ditingkat desa atau kelurahan,melainkan harus sampai di tingkat RT.Opsi inilah yang dirasa sulit bagi Gugus Tugas Provinai.

Sementara itu,pada kesemparan yang sama,Asmin Matdoan mengaku,social distancing yang dicangkan pemerintah kurang berjalan efektif,akibat partisipasi publik yang rendah.Oleh sebab itu,sudah barang tentu,keterlibatan stekholder dalamjumlah yang banyak sangat dibutuhkan.

“Kita belum bicara sampai pada level 40 persen dari beberapa KK yang terkena dampak ekonominya.Itu,nanti kewenagan pemerintah.Termasuk cara penanganan,”papar Matdoan.

Adapun,di kota Ambon,usul Matdoan,perlu ditentukan kawasan mana saja yang perlu dibangun pos penanganan isolasi desa.Sehingga disaat pelaku perjalanan tiba didesa setempat,secepatnya ditangani petugas,”Kita memang butuh beberapa waktu untuk mengedukasi penularan virus mematikan ini,”tandasnya.

Sumber          : Humas Pemprov Maluku

Editor             : Aris Wuarbanaran

 

 

Check Also

Danrem 151/Binaiya,Kasus Covid-19 Di Maluku Terjadi Penurunan

AMBON,N25NEWS.com-Dandrem 151/Bianaiya Brigadir Jenderal Aristoteles Paplapna Ritiauw yang adalah Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi …