Gustu Diminta Perhatikan Warga Karantina

AMBON,N25NEWS.com – Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku, diminta perhatikan warga pelaku perjalanan yang dikarantina. Pasalnya sejak 14 hari masah berakhir karantina, warga hidup terkatung-katung tidak menentu arah.

Sejak diberlakukan wajib karantina, oleh Gustu Percepatan Covid-19 Provinsi Maluku, semua prosedur sudah dijalankan warga pelaku perjalanan di beberapa lokasi yang ditentukan.

Namun sayangnya, setelah 14 hari masa berakhir karantina, khususnya dilokasi asrama haji Waiheru, warga tidak lagi diperhatikan Gustu Provinsi Maluku.

Parahnya lagi setelah Maluku diberlakukan, Pembatasan Sosial Berskala Regional (PBSR) semua akses transportasi laut antar provinsi dan pula juga ditutup, sehingga semakin warga untuk berpergian pulang ke daerah masing-masing.

Seperti yang dikemukakan anggota DPRD Provinsi Fraksi Garindra, Alimudin Kolatlena, pada media ini, Kamis( 28/4) kalau dirinya merasa ibah atas nasib 17 warga SBT yang setelah menjalani karantina selama 14 hari di asrama haji Waiheru, terpaksa tidak bisa kembali pulang ke kampung halaman, lantaran tidak ada akses transportasi.

Mirisnya lagi, balasan warga SBT yang hendak menginap di rumah keluarga, juga ditolak warga lingkungan warga setempat, hingga akhirnya hidup mereka terkatung-katung tanpa ada kepastian yang jelas dari pemerintah.

“Beta ini baru dari asrama haji Waiheru, dimana tempat pelaku perjalanan di karantina, kebetulan disana ada 17 warga SBT yang sudah akan selesai dikarantina besok, tapi nanti nasib mereka semuanya gimana, kalau tidak ada perhatian serius dari Gustu Provinsi Maluku, dong mau tinggal d rumah keluarga di Ambon, warga lingkungan juga tidak mau menerima mereka,”bebernya.

Baca juga :   Gubernur Maluku Hadiri Rapat FTSLBU, Lokus Jadi Sorotan

Melihat hal tersebut, sebagai terwakilan daerah pemilihan (dapil)!SBT, dirinya mencoba melakukan koordinasi dengan pengelola asrama haji dan Hendrik Far-Far dari Gustu, agar bagaimana bisa mencari jalan keluar untuk warga SBT yang sudah selesai karantina agar bisa kembali pulang.

“Beta setelah koordinasi ternyata bukan hanya warga SBT tapi ada warga lainnya juga, memiliki nasib yang sama, mau pulang tidak ada kapal mau tinggal dengan keluarga juga ditolak warga lingkungan,”ulasnya.

Sebagai anggota komisi 1 DPRD Maluku, dirinya meminta Gustu Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku yang dipimpin, Kasrul Selang, bisa melihat hal tersebut agar bisa mencari solusi untuk bagaimana warga yang selesai di karantina bisa kembali ke daerahnya masing-masing.

“Kasihan mereka nanti gimana, klau bisa tim gustu bisa perhatikan dulu, sampai batas waktu tertentu , kalau tidak nanti gimana nasib mereka harus terkatung-katung dan kalau bisa bantu mereka dengan cara gimana bisa kembali pulang ke daerahnya,”pinta Alimudin.

Menurutnya, sesuai prosedur warga tersebut sudah mengikuti anjuran pemerintah untuk dikarantina, tapi begitu selesai pemerintah juga harus bisa memperhatikan nasib mereka, bukan sebaliknya meninggalkan begitu saja.

Meskipun demikian dirinya agak sedikit lega setelah berkoordinasi dengan Hendrik Far-Far dari Gustu, klau akan menjadi bahan pertimban untuk bagaimana warga yang setelah dikarantina bisa dipulangkan.(**)

Check Also

Tuhehay,DPRD Belum Setuju Di Gelarnya Pilkades Di SBB

AMBON,N25NEWS.com-Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),Melkisedek Tuhehay mengatakan,secara politik Peraturan Daerah (Perda) dan menolak …