Hari Pertama Pembatasan Masuk Keluar Orang Di Pelabuhan Speed Boat Tulehu Belum Maksimal

AMBON,N25NEWS.com – Pelaksanaan pembatasan masuk dan keluar orang di semua pelabuhan yang ada di pulau Ambon untuk hari ini (17/04) mulai di berlakukan.

Untuk hari  pertama ini,berdasarkan pantauan N25NEWS.com  di Pelabuhan Speed Boat Tulehu terlihat belum berjalan dengan baik.

Pasalnya masyarakat  belum sepenuhnya mentaati  peraturan tersebut karena masih  ada saja yang melakukan perjalanan melalui pelabuhan Speed Boad Tulehu tersebut padahal sudah banyak himbauan yang di lakukan Pemerintah Provinsi maupun  Kabupaten/kota.

Di tambah pula dengan tidak adanya petugas di pelabuhan Speed Boat yang membuat masyarakat dengan leluasa berangkat dari Tulehu menuju desa-desa yang ada di pulau Haruku dan pulau Seram yang tadinya tidak bisa berangkat melalui pelabuhan Hunimual Liang Maluku Tengah.

Dengan pembatasan itu juga terlihat  aktifitas di pelabuhan tersebut menurun dratis namun aktifitas angkut barang tetap berlansung seperti biasa.

Ketika hal di tanyakan  kepada masyarakat yang akan menyeberang ke Desa Kamariang dan pulau Haruku,mereka ada yang belum tahu  ada pula yang  terjebak dengan keputusan tersebut karena baru kemarin tiba di Ambon dan hari ini ingin kembali ke pulau Haruku.

Baca juga :   Warga Australia Berikan Bantuan Sembako Bagi  35 KK Di Negeri  Amahusu

Sebut saja Berti Leitomu warga asal Desa Kariu kepada N25NEWS.com menegaskan bahwa terkait pembatasan orang-orang yang akan masuk dan keluar dari pulau Ambon,diapun menyesalkan hal tersebut  kenapa tidak   jauh-jauh hari di sosialisasikan kepada masyarakat biar perlu sampai ke desa-desa.

“Karena sebagian masyarakat yang ada di desa-desa misalnya di pulau Haruku belum tahu informasi ini yaitu pembatasan orang masuk keluar pulau Ambon ini seperti saya ini yang hanya urusan di Ambon satu hari saja dan mau kembali hari ini (17/04) sangat sulit,”tegas Leatomu.

Namun demikian  dia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Maluku  untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di provinsi seribu pulau ini, namun dia sarankan agar  sebelumnya di beritahu  ke masyarakat atau kepala desa/Raja sehingga mereka bisa melarang masyarakatnya keluar dari desanya/negerinya.

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …