Inilah Kronologi Yang Minimpa Dokter Di Perumnas Lala Namlea

Gambar IlustrasiNamlea,N25NEWS.com -Kuasa Hukum TNP Harkuna Litiloly membantah bahwa ada sekelompok orang yang datang melakukan penggeledahan di rumah pribadi TNP menemukan kliennya TNP dan MM di dalam rumah dalam kondisi setengah telanjang dada sebagaimana di tuduhkan kepada Kliennya.

Sebab kata Litiloly,sesungguhnya pada hari Sabtu sekira pukul jam 11 malam, oknum Brimob berinisial MM tersebut menelpon kliennya TNP dengan tujuan meminjam mobil milik kliennya TNP, dan kliennya memberikan mobil kepada MM.

Hal ini di jelaskan Harkuna Litiloly Kuasa hukum TNP, pada Sabtu,10 April 2021 di Namlea Jalan Kampus Kedai Meli.

menurutnya, Usai memberikan mobil yang di pinjam MM, TNP kemudian kembali ke-rumah dan pada minggu pagi sekitar jam 7.00 WIT MM datang ke rumah TNP di desa Lala Lokasi perumnas untuk membawa pulang mobil dengan dalam keadaan mabuk berat, lalu MM Terbaring di ruang tamu, dan TNP keluar menggunakan mobil meninggalkan MM yang lagi terbaring di ruang tamu dan pergi ke apotik Medika, dari apotik TNP langsung ke rumah kakaknya di BTN SMA 1, dan setelah itu sekitar pukul 12.51 WIT siang TNP kembali ke rumahnya, berselang beberapa menit kemudian sekitar pukul 13.01 WIT datang dua orang perempuan berinisial RT dan WHT mengetuk pintu rumah milik Kliennya dan kliennya  membuka pintu RT dan WHT langsung menanyakan kepada kliennya bahwa ada MM.

“Kemudian salah satu dari mereka berinisial RT langsung mendorong klien kami dan bertindak secara arogan dan berbuat keonaran di rumah TNP, sembari menelpon beberapa orang untuk datang, taklama kemudian datanglah sejumlah orang yang di antaranya oknum anggota Polisi berbaju preman berinisial A di duga kuat bagian dari keluarga mereka oknum tersebut merupakan salah satu anggota Polres Pulau Buru dan oknum tersebut melakukan tindakan Penggeledahan dan acak-acakan, kamar pribadi milik TNP seperti mencari sesuatu,”,Jelas Litiloly

Pada saat itu pula kata Litiloly  oknum Brimob berinisial MM tersebut di dalam rumah pribadi TNP dalam keadaan berbusana tidak seperti yang di tuduhkan sepihak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Saat itu klien kami di perlakukan secara tidak manusiawi oleh RT dan WHT di pukul bahkan di lecehkan dengan merobek robek baju klien kami dan menarik keluar sampai di jalan umum dan di perlakukan dengan cara kekerasan terhadap klien kami,”ujar Harkuna Litiloly.

Kata Litiloly,Kliennya berharap perlakuan yang keji terhadap dirinya oleh oknum-oknum tersebut untuk dapat mempertanggungjawabkan di hadapan hukum, dirinya dengan sikap tanggungjawab menghadapi masalah yang menimpahnya kepada penegak hukum untuk dapat membuktikannya, jika terbukti dirinya melakukan hal yang di tiduhkan kepadanya maka dirinya sudah siap untuk menghadapinya.

“Olehnya itu, kami berharap agar publik tidak mengkonsumsi informasi sepihak terutama warga net dan klien kami berharap kepada media massa agar dalam memuat pemberitaan untuk mengedepankan propesionalitas dalam menyuguhkan informasi yang berimbang atau memberikan kesempat kepada Klien kami untuk memberikan informasi dan penjelasan terkait kronoligi yang sebenar sehingga tidak terjadi multi tafsir di masyarakat,”ujar Litiloly.

Reporter : Kiswan

Editor : Redaksi

Check Also

Mahasiswa KKN Stikes Pasapua Ambon Gelar Penyuluhan Penyakit Hipertensi Dan Stunting Di Desa Waelihang Buru

BURU,N25NEWS.com-Sebanyak 34 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Stikes Pasapua Ambon Tahun Akademik 2020/2021 menggelar penyuluhan …