ITC Cegah Eksploitasi Seksual Anak Di Dunia Online

AMBON,N2NEWS.COM – Pengaruh baik maupun buruk bagi anak jaman now pada perkembangan era digital masa kini tentunya tak menentu. Seiring kemajuan teknologi dan percepatan informasi yang diperoleh mungkin saja perilakunya pun berubah-ubah.

Nah, karena faktor itulah kemudian oleh ICT Watch, Service For Peace (SEJIWA) Expand Indonesia and Google tergerak mengajak masyarakat berpartisipasi dibawah sorotan tema’ Cegah Eksploitasi Seksual Anak Di Dunia Online’.

Dengan mengundang Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Rudi Antara sekaligus sebagai pembicaranya pada Kamis lalu,(08/03) di Kota Ambon, Rudi pun meminta kepada seluruh elemen masyarakat sama-sama mendukung program penguatan literasi digital.

Alasan dibalik mengapa harus Literasi Digital?

“Oleh sebab saat ini pengguna internet sudah mencapai 143 juta jiwa, dan pemegang kendali teknologi internet kemudian lebih banyak penggunanya ialah anak,” pungkas Menteri.

Menurutnya, Internet bagi anak itu rentan sekali terhadap proses perkembangan anak itu sendiri. Hawanya kemudian bisa berubah kapan saja dan dimana saja. Dari situlah perilaku anak dapat ditebak. Apakah baik atau tidak penggunaannya tergantung dari cara pengawasan orang dewasa.

“Nah, Sedangkan internet bagi anak di lingkungannya, baik dari dalam keluarga maupun lingkungan sekolah, ini dia peran orang tua serta guru dianggap penting guna menjaga anak-anaknya menggunakan digital sosial media pada hal konten positif,” tuturnya.

“Kalau untuk sekarang Pemerintah serius gencar mencegah serta memblokir semua konten – konten negatif yang cenderung merusak moral dan etika generasi anak – anak kita,”Tambahnya.

Terkait jangkauan internet pada pelosok negeri, termasuk keseluruhan pulau di Provinsi Maluku khusunya, diakui Menteri Kominfo pribadi, bahwa pihaknya telah memprogramkan nya.

“Melalui program jangka panjang, kita akan berusaha memliki satelit internet sendiri agar internet dengan cepat dapat menjangkau seluruh sekolah-sekolah di daerah Maluku sehingga seluruh informasi global dalam perkembangannya dapat diserap dan dikonsumsi dengan mudah,” tandasnya.

Selain memiliki satelit internet sendiri, nyatanya pihaknya pula telah menyiapkan program jangka pendek lainnya.

“Ya, tahun depan kita rencanai, proyek satelit palapa Parapring sudah selsai target. Itu artinya semua kabupaten di seluruh Indonesia sudah terhubung dengan jaringan tulang punggung atau back bon (kecepatan tinggi). kita hanya menunggu pembangunan akses – akses kedalamnya,” tambahnya.

Menutupnya, Kepada Rudi, sempat di singgung juga mengenai Hoax melaui internet. Dirinya kemudian menghimbau salah satu yang harus di lakukan adalah menghindari Hoax terutama di kalangan anak – anak.

“Anak – anak itu bukannya mereka membuat hoax tapi tidak tahu bahwa isinya Hoax ,ada juga kegiatan siber kreasi juga 60 organisasi, Perguruan Tinggi, bahkan artis di PARFI 56 aktif bergerak cepat cegah Hoax itu tidak menjadi wabah,”Tutupnya.
(Aris Wuarbanaran)

Check Also

Antusias Siswa Ikut Program Presisi Di SMK Negeri 7 Ambon Cukup Baik

AMBON,N25NEWS.com-Program presisi dengan pendekatan siswa serta kondisi disekitarnya,dimana siswa tertantang untuk mencari sendiri sumber,lewat ide …