Jawab Keresahan Warga,Gustu Covid-19 Maluku Adakan Pertemuan Dengan Pihak RS

AMBON,N25NEWS.com-Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19,provinsi Maluku menggelar rapat dengan seluruh otoritas rumah sakit (RS) yang ada di kota Ambon dan Dinas Kesehatan provinsi Maluku.

Adapun,rapat ini diadakan untuk membicarakan sejumlah keluhan yang disampaikan masyarakat terkait dengan persoalan penanganan Covid-19 di wilayah Maluku.

Selain itu,rapat tersebut melibatkan sebanyak 9 pimpinan rumah sakit di  kota Ambon masing-masing,pihak RSUD dr.Haulussy Ambon,RS  TNI Angkatan Laut Ambon,RST dr Latumeten Ambon,RS Sumber Hidup,RS Alfatah,RS Otto Kquik,RS  Bhakti Rahayu,RS Bhayangkara,BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan provinsi Maluku.

Pada kesempatan itu,Ketua Harian Gustu Percepatan dan Penanganan Covid-19 provinsi Maluku,Kasrul Selang,usai pertemuan itu menyampaikan banyak terima kasih kepada Tim Pengawas Covid-19 DPRD provinsi Maluku yang telah menginisiasi pertemuan dalam rangka membahas isu-isu yang berkembang tersebut.

“Terima kasih buat teman-teman di DPRD atas inisiasi pertemuannya sehingga hari ini kita menindaklanjutinya dengan pertemuan bersama seluruh rumah sakit,”kata Kasrul dalam jumpa pers bersama awak media di kantor Gubernur Maluku,selasa (9/6).

Selain itu,Kasrul juga menjawab seputar informasi yang beredar terkait Rapid Diagnoctic Test (RDT) bagi pasien yang dikenakan biaya,Kasrul menehaskan bahwa proses RDT tidak dikenai biaya.

“Tadi katong sudah sepakat bahwa semua pasien yang ke rumah sakit manapun apakah swasta,apalagi rumah sakit pemerintah itu tidak dilakukan pembayaran satu sen pun untuk rapid test,”ungkap Kasrul.

Lebih lanjut Kasrul memastikan hal itu diberlakukan termasuk pasien yang menjadi anggota BPJS tidak dipungut bayaran.Sedangkan untuk pelaku perjalanan yang melakukan perjalanan,rapid testnya tetap dikenakan biaya.

Baca juga :   Resmikan Gedung Perpustakaan Dan Gedung Lab MIPA IAIN Ambon,Ini Harapan Gubernur

“Kalau untuk pelaku perjalanan kita tidak bahas,karena itu mandiri.Jadi misalkan,bapak/ibu ingin melakukan rapid test atas insiatif sendiri,maka itu dikenakan biaya,”ujar Kasrul.

Sementara mengenai bayaran dan tarifnya,pihaknya akan koordinasikan dengan pihak pemerintah kota Ambon dalam hal ini Dinas Kesehatan kota Ambon untuk melakukan keseragaman tarif.Selain persoalan pungutan biaya rapid test,Gustu Covid-19,pihak Kasrul juga membahas yang berkaitan dengan isu adanya pasien yang ditolak oleh rumah sakit.

Adapun,dalam rapat itu,pihak Rumah Sakit Bhakti Rahayu mengaku,pihaknya merupakan salah satu  rumah sakit swasta yang saat ini melakukan pelayanan untuk pelaku perjalanan.

“Untuk pelaku perjalanan di awal Covid-19 kami kenakan biaya 650 ribu.Setelah distributor rapid test sudah banyak dan kami mendapat harga lebih murah saat ini tarifnya turun menjadi 550 ribu.Dalam rapat itu,telah ditetapkan untuk dilakukan keseragaman harga,”terang perwakilan dari RS Bhakti Rahayu.

Sedangkan,lanjutnya untuk pasien-pasien yang datang berobat dengan indikasi rawat inap,sesuai kesepakatan pada rapat tidak akan ada lagi pungutan biaya untuk RDT.

“Sesuai dengan koordinasi dengan Ketua Gustu Covid-19 provinsi Maluku dan Kepala Dinas Kesehatan provinsi,setelah kami mendapat bantuan kami tidak boleh melakukan penagihan biaya termasuk pasien-pasien dan anggota BPJS tidak dipungut biaya untuk pemeriksaan rapid test,”tandasnya.

Sumber    : Humas Pemprov Maluku

Editor      : Aris Wuarbanaran

 

Check Also

Sehari Sebelum Dilantik,Widya Buka Pembekalan Pengurus Kwarda Maluku

AMBON,N25NEWS.com-Jelang sehari dilantik oleh Ketua Kwarnas Pramuka, Budi Waseso, Pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir …