Kadis PU dan PK Kabupaten Buru Di Hajar Habis Habisan di Komisi 3 DPRD Buru

NAMLEA,N25NEWS.com – Rapat kerja Komisi III DPRD Kabuaten Buru dengan tiga Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) dalam rangka mengevaluasi kinerjanya dan mengoptimalkan pelayanan publik. (Sabtu, 20/6/2020). Rapat tersebut dipimpin oleh ketua komisi III Jamaludin Bugis dihadiri lima orang anggota komisi, Bambang Langlang Buana, Rustam Mahulete, M Rustam Fadly Tukuboya, Fandi Umasugi dan Roby Nurlatu, semetara tiga OPD diantaranya Kadis PU, Sifa Alatas, Kadis PK, Abdurahim Umasugi dan Kadis BPBD, Hadi Julkarnaim.

Dalam kesempatan itu M. Rustam Fadly Tukuboya, mengingatkan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Sifa Alatas, terkait dengan sejumlah pembangunan proyek di kabupaten buru yang dinilai tidak sesuai perencanaan, salah satu pembangunan yang disentil Tukuboya, Alun – alun Kota Namlea, menurutnya anggaran 22 miliar itu nilai yang cukup fantastis otomatis pembangunannya tidak seperti itu.

“Perlu ketahui dalam tingkat pengawasan Kami DPRD yang selalu menjadi sorotan dari berbagai kalangan terutama awak Media, Lsm, dan Okp. Pesan saya ibu kadis hati hati dalam pengelolaan dinas yang ibu pimpin, jangan sampai dikemudian hari akan tersangkut masalah hukum, persoalan alun alun kota,” tegas tukuboya.

Lanjutnya, sebagian sebesar proyek dikabupaten buru, Ibu kadis juga melakukan tebang pilih dalam melakukan pemotongan anggaran seharusnya pemerataan sesui surat keputusan mentri keuangan karna kami juga memiliki sejumlah data yang akurat. Karna ini akan menjadi catatan buruk bagi ibu kadis dalam memimpin instansi terkait .

Sementara itu, Sekeraris Komisi III Bambang Langlang Buana, dalam hering Dia menegaskan 3 OPD terutama Kadis PK, untuk melakukan pembayaran sertifikasi guru – guru yang sampai saat ini belum dibayarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Buru agar cepat diselesaikan

“Kemudan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukan soalkelolah sesuai papan proyek untuk pembangunan proyek ruang kegiatan belajar (RKB) tetapi faktanya dikerjakan oleh pihak ke-3 (Kontraktor) ada beberapa sekolah yang kami temui diantaranya, SD Negeri Desa Basalale Kecamatan Waelata, pembangunan dua ruang kegiatan belajar pada tahun 2019. dan SD Negeri Dusun Emguhen Desa Waspait Kecamatan Finalisela pada tahun 2018 lewat Dana Alokasi Umum (DAU) untuk dua ruang belajar yang dikerjakan tidak maksimal,”Buana mengharapkan agar ada perbaikan-perbaikan persoalan pendidikan.

Dia juga menambahkan, agar seluruh guru honorer yang dirumahkan segera dikembalikan untuk aktif seperti biasa dan meminta kadis agar memerintahkan kepala sekolah supaya membayar tunjangan honorer mereka melalui dana Bos. Selain itu menurut petunjuk tehnis penggunaan dana Bos tahun 2020. sudah naik 50 persen untuk kesejahteraan guru sebagaiman yang dikatakan Kadis Pendidikan dalam rapat kerja dengan komisi 3 DPRD Kabupaten Buru.

Selain itu mantan Kepsek SMAN-2 Namlea itu juga mengatakan, anggaran Dana Alokasi Khusus yang di prioritaskan pemerintah pusat 10 miliar untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanganan penanggulangan kegiatan pasca bencana, itu kegiatannya apa saja dan lokasinya dimana. Sayangnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Hadi Julkarnaim tidak bisa menjawab secara detil namun dia hanya bisa mengatakan nanti ketemu empat mata.

Reporter : Kiswan

Editor : Redaksi

Check Also

299 Tamtama Remaja Resmi Dilantik Di Rindam Pattimura

AMBON,N25NEWS.com-Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M., yang diwakilkan oleh Kasdam XVI/ Pattimura, …