Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku,Roni Nazra

Kalau Debitur Mengalami Kesulitan Pembayaran Hutang,OJK Maluku : Ajukan Permohonan Keringanan Ansuran  Ke  LJK

AMBON,N25NEWS.com-Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku,Roni Nazra mengatakan pihaknya (OJK) telah membuat stimulus dan merilis aturan soal relaksasi kredit bagi masyarakat dalam hal UMKM yang terdampak wabah virus corona (Covid-19).

Menurutnya,sesuai arahan Presiden Jokowi,maka pihaknya telah menindaklanjuti dengan mengeluarkan peraturan OJK terkait restrukturisasi kredit yang diatur dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian sebagai kebijakan counteryclical.

“Dengan aturan itu,nantinya debitur mendapatkan perlakukan khusus berupa kelonggaran kredit.Namun kita hanya khususkan bagi debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi pembayaran utang kepada bank,karena terdampak Covid-19,”kata Roni kepada N25NEWS.com di Ambon,”rabu (8/4).

Adapun,debitur yang mendapat kelonggaran bisa dari sektor pariwisata,transpotasi,perhotelan,perdagangan,pengelolaan pertaniandan pertambangan.Selain itu,pemberian perlakuan khusus tersebut tanpa melihat batasan plafon kredit atau pembiyaan.

Dijelaskannya lagi mekanisme restrukturisasi kredit bisa bermacam-macam bentuknya,mulai dari penurunan suku bunga,perpanjangan waktu,hingga pengurangan tunggakan pokok,pengurangan tunggakan bunga,penambahan fasilitas kredit dan konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.

Selain itu,kata Roni pemberian jangka waktu pun bisa bervariasi,akan sesuai dengan kesepakatan antara debitur dengan bank maupun leasing.Bisa 3 bulan,6 bulan,9 bulan,sampai maksimal 1 tahun.

Baca juga :   Pemuda Desa Kawa SBB Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal

“Kendati demikian ada beberapa ketentuan dan syarat serta prosedur dalam kita implementasikan relaksasi kredit agar penerapannya tidak menimbulkan ketimpangan,seperti tidak untuk semua dibitur,untuk UMKM dan sektor informal,ajukan permohonan mulai hari ini dan tetap melakukan pembayaran,”jelas Roni.

Adapun,selain mengeluarkan peraturan,OJK telah berkomunikasi dengan pihak perbankan soal restrukturisasi kredit ini.Namun Roni menandaskan perbankan perlu waktu untuk menerapkannya.

“Untuk itu,saya berharap dalam kondisi ini yang kita butuhkan adalah niat baik seluruh pihak.Jadi masyarakat yang punya kemampuan jangan lah ikut-ikutan memaksa untuk minta stimulus ini.,”ungkapnya.

“Ini kan kita berikan untuk masyarakat yang memang terdampak  dan usaha mereka sudah tidak dapat dilanjutkan,itulah mereka yang pantas diberikan kelonggaran,jadi tidak semuanya.Olehnya masyarakat yang mampu mereka bisa membayar kreditnya seperti biasa,karena itu semua demi kebaikan negara kita,”tandasnya.

Editor      : Aris Wuarbanaran

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …