Korban

Kasus Penganiayaan Di Itawaka Tidak Diproses

SAPARUA,N25NEWS.com – Korban penganiayaan Elvira Papilaya menyayangkan sikap Polsek Saparua yang terkesan diam dan tidak memroses laporan kriminal yang dilakukan Adriana Syaranamual, Minggu 1 Agustus. Pasalnya, sampai dengan saat ini pelaku belum juga dipanggil untuk diperiksa oleh penyidik.

Korban kepada media ini menuturkan, sebelum kejadian penganiayaan itu terjadi, beberapa hari menjelang itu ada binatang piaraan yang berkelahi sehingga bongkahan batu mengena rumah pelaku. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan kata makian lalu menyebut siapa yang sudah melempari rumahnya dengan batu.

Lalu keesokan harinya korban menanyakan kepada pelaku atas kata-kata makian tersebut. Maksud korban bahasa itu ditujukan kepada siapa? Kalau kepadanya sama saja dengan memaki dirinya sendiri.

“Pelaku tersinggung lalu menyebut ose (kamu) mau apa? Beta (saya tidak merespon. Tiba-tiba ketika beta menyimpan di dapur, datanglah pelaku dengan membawa sibur dan kayu panongka beta punya jendela, lalu datang melempari beta dengan sibur. Tidak puas, pelaku kembali memukul beta dengan kayu yang dipegangnya dan kenal beta punya mulut hingga mengeluarkan darah. Beta bibir pica (pecah),” beber korban.

Atas kejadian itu, kata korban, dirinya langsung melaporkan kasus ini kepada Polsek Saparua. Dan laporannya sudah diterima oleh penyidik Bripka Y. Ruhulesin dengan Nomor:STPL/50/VIII/2021/SPKT.

Hanya saja, lanjut korban, perkembangan penyelidikan belum dilakukan pihak penyidik. Pelaku sampai sekarang belum juga dipanggil.
“Saya berharap penyidik memroses masalah ini. Saya korban. Bibir saya pecah sampai darah keluar. Saya juga meminta Pak Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease dapat melihat hal ini. Ini menyangkut citra institusi dimata masyarakat,” tutupnya. (*)

Check Also

Frans Ran Terduga Pelanggaran UU ITE Dilaporkan Kuasa Hukum Yosefa Kelbulan Ke Ditreskrimsus Polda Maluku

AMBON,N25NEWS. com-Tim Kuasa Hukum Yosefa Kelbulan yang diketuai Charter Sousia SH dan rekan melaporkan pemilik …