Kekerasan Terhadap Perempuan Maluku Harus Dihentikan.

AMBON,N25NEWS.com-Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku,Widya Pratiwi Murad Ismail,menegaskan kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), yang harus dihentikan.

“Kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran HAM.Jika kita mau menegakkan HAM di Indonesia,maka tidak bisa kita harus menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan,”tegas Widaya saat menyampaikan sambutan pada pencangan kampanye 16 anti kekerasan terhadap perempuan tahun 2019 di Lapangan Merdeka Ambon,senin (25/11).

Adapun,kampanye ini turut dihadiri istri Wakil Gubernur Beatrix Orno,aktivis perempuan Maluku yang baru saja terpilih sebagai Komisioner Komnas Petempuan RI Olivia Latuconsina,aktivis Lies Marantika,serta sejumlah aktivis perempuan Maluku lainnya.

Sementara itu,kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan ini adalah kampanye internasional untuk mendorong kepedulian pemerintah dan masyarakat dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh dunia.

Diketahui,kampanye ini akan berlangsung dari tanggal 25 November sampai pada tanggal 10 Desrmber 2019.Pada hari pertama gerakan ini yakni 25 November,kampanye diisi dengan launching (peluncuran) dan dialog yang bertemakan “Dengarkan Suara Korban” dan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan lainnya.

Selain itu,kampanye ini terlaksana karena urung rembuk perempuan Maluku yang tergabung dalam sejumlah organisasi perempuan,ormas,LSM dan media,yakni Yayasan Gasira Maluku,Yayasan Peduli Inayana Maluku,Ina’ata Mutiara Maluku,Clerry Cleffy Institute,Humanum, Yayasan Pelangi Maluku,Fatayat NU,serta didukung penuh oleh Pemda Maluku,Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku.

Lebih lanjut Widya mengatakan,upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah,namun perlu melibatkan masyarakat luas,dalam bentuk kemitraan dan kerjasama antar unsur terkait.

Baca juga :   Wagub Resmi Melantik Pengurus Badan Promosi Pariwisata Maluku

Adapun,gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan ini akan berhasil apabila turut melibatkan lembaga swadaya masyarakat dan swasta.

Pemerintah pusat dan daerah,kata Widya,terus berupaya melakukan langkah-langkah strategis untuk meminimalisir kekerasan terhadap perempuan,maka perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan dilakukan melalui berbagai upaya pencegahan,pelayanan dan pemberdayaan yang diperkuat dengan program-program pendukung dan regulasi.

“Selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku,sekaligus Duta Parenting Maluku,melalui beberapa kunjungan saya ke sejumlah kabupaten/kota,saya sudah melihat secara langsung bagaimana upaya Pemda dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak telah berkembang dengan semakin baik,”kata Widya.

Oleh karena itu ia sangat mengapresiasi kampanye yang dilakulan hari ini dan mendukung penuh semua langkah kebijakan Pemda dalam menyelesaikan isu perempuan dan anak di Maluku.

“Harapan saya sebagai ibunya orang Maluku,ingin melihat perempuan dan anak-anak Maluku menjadi yang sejat,maju,berpendisikan tinggi,hidup bahagia,serta bebas dari segala bentuk tindak kekerasan,baik fisik maupun spikis,”tutur Widya.

Dirinya lantad mengajak semua pihak untuk bekerjasama,bergandengan tangan untuk terlibat aktif dalam upaya penghapusan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku.

“Mari kita galang kekuatan dan terlibat aktif dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak,agar Maluku memiliki perempuan-perempuan dan anak yang kuat,negara ini akan bangkit dan berjaya,”tandasnya.

Sumber : Aris Wuarbanaran
Editor : Refaksi

Check Also

Gubernur Maluku,Penanganan Bahaya Kebakaran Adalah Urusan Daerah Yang Wajib Demi Ketertiban Umum

Penanganan bahaya kebakaran merupakan sub urusan dari salah satu urusan wajib daerah yakni ketertiban umum …