Keluarga Besar Paguyuban Sanana Mencabut Laporan Dan Permohonan Maaf Kepada TNI – Polri Atas Kejadian Kawasi Pulau Obi

SANANA,N25NEWS.com-Keluarga Paguyuban Sanana meminta maaf dan menyesali atas postingan di media sosial (medsos) tentang peristiwa yang tidak benar.Olehnya,kedua belah pihak melakukan mediasi secara kekeluargaan.

Adapun,permintaan maaf dan mediasi pencabutan perkara Kawasi  secara kekeluargaan oleh pihak korban yang diduga dulakukan oleh TNI/Polri bertempat di ruangan Yuda Kodim 1509/Labuha Desa Kampung Makeang Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara.

Selain itu,mediasi pencabutan pengaduan perkara secara kekeluargaan oleh pihak korban ,yang di duga dilakukan oleh TNI/Polri di Desa Kawas Kecamatan Obi Kabupaten Halsel pada 26 Mei 2021 dan 6 Juni 2020 pukul 17.20 WIT.

Adapun turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain :
1.Dan Unit Kodim 1509/ Labuha ,Letda Inf Samuel Anu
2.Ketua Ikatan Keluarga Sula kabupaten Halsel,atas nama Bapak Kamal Buamona
3.Bati Intel kodim 1509/Labuha,Serka Ibrahim.

Adapula Identitas korban sebagai berikut :
1.Muhtadin Apal
Umur : 27 Thn
Agama : Islam
Pekerjaan : Karyawan MCC
Alamat : Sanana Kabupaten, Kepulauan Sula

2.Sahril Tidore
Umur : 24 Thn
Agama : Islam
Pekerjaan : Karyawan HPL
Alamat : Sanana Kabupaten Kepulauan Sula

Sedangkan pihak keluarga korban sebagai berikut :
1.Muhari Tidore
Umur : 57 Thn
Agama : Islam
Pekerjaan : Petani
Alamat : sanana Kabupaten Kepulauan sula

Sementara penyampain dari Dan Unit Kodim 1509 /Labuha yang intinya adalah,
“Saya mewakili Komandan Kodim menyampaikan bahwa permasalahan ini agar di selesaikan secara kekeluargaan dan kedepannya persoalan seperti ini agar tidak terjadi lagi.Saya berharap dapat di selesaikan dengan damai dan tidak merugikan antara kedua belah pihak,”ungkapnya.

Baca juga :   Dua Tahun Berdiri Yayasan Pelangi Maluku  berkomitmen Klinik Ini Dapat Diakses Berbagai Komunitas

“Selain itu,kehadiran kita semua disini tentunya untuk menyelesaikan persoalan ini sehingga kita semua bisa melaksanakan aktivitas kita masing- masing,”ujarnya.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf dari keluarga-keluarga korban karna permaslahan ini yang berlanjut panjang,sehingga menghambat kami selaku keluarga dalam melaksanakan aktifitas,apabila dalam permasalahan tersebut adik-adik kami berbuat salah pada saat mengkroyok anggota saya selaku pihak keluarga permohonan maaf,”kata Ketua Ikatan Keluarga Sula.

“Dengan adanya permasalah ini saya berharap hubungan kita dengan TNI dapat berjalan aman,karna kami selaku keluarga berharap kepada pimpinan agar jangan memperpanjang permaslahan tersebut ke pihak hukum.Saya selaku keluarga juga berharap permasalahan ini di selesaikan secara kekeluargaan di tempat ini tidak ada lagi unsur paksaan dari pihak manapun apabila di kemudian hari terjadi hal yang sama maka kami dari pihak keluarga akan berurusan lagsung dengan hukum yang berlaku di indonesia,”tegasnya.

Sementara itu, tujuan kedatangan dari pihak keluarga dan korban penganiyaan yang diduga dilakukan oleh TNI/Polri di Desa Kawasi pada tanggal 26 Mei 2021 dini hari untuk mencabut perkara sekaligus mau menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Terkait dengan persoalan ini dari pihak keluarga mengambil langkah untuk diselesaikan secara kekeluargaan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Check Also

Dua Tahun Berdiri Yayasan Pelangi Maluku  berkomitmen Klinik Ini Dapat Diakses Berbagai Komunitas

AMBON,N25NEWS.com-Yayasan Pelangi Maluku (YPM) mendirikan klinik komunitas Candela yang sudah di berjalan selama dua tahun,dimana …