Ketua Bidang Otonomisasi dan Kebijakan Publik GAMKI Maluku Minta Gubernur Tutup Pintu Masuk,Keluar Maluku

AMBON,N25NEWS.com-Corona Virus Disease (Covid-19) yang makin mewabah dan adanya warga yang posetif membuat khawatir elemen masyarakat di Maluku.Desakan untuk menutup akses bandara dan pelabuhan terus bergulir.

Ketua Bidang Otonomisasi dan Kebijakan Publik DPD GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) Provinsi Maluku Sostenes Sisinaru S.H,M.Hum,meminta meminta Pemprov Maluku dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku untuk mengambil sikap tegas untuk menutup sementara akses pintu masuk dari dan keluar Maluku maupun kota Ambon.
“Jangan ambil resiko. Lebih baik amankan dulu bandara dan pelabuhan sebab sudah terjadi Maluku tiga orang warganya telah posetif Covid-19.Jadi lockdown dulu Maluku buat sementara waktu sampai situasi benar-benar pulih,”kata Sisinaru belum lama ini di Ambon.

Menurutnya,saat ini tidak ada yang mampu memprediksi penularan virus corona yang terkenal sangat mematikan itu.Diakuinya Pemprov Maluku harus mengambil langkah tepat,mengingat Maluku jika tidak segera melakukan penutupan bandara dan pelabuhan maka sudah barang tentu akan lebih banyak lagi masyarakat yang menjadi korban.

“Kita lihat kabupaten Buru Selatan yang sudah melakukan lockdown,namun masih saja kecolongan,apalagi kita di Ambon yang belum melakukan lockdown.Saya minta Pemprov Maluku harus berinisiatif dimana penutupan bagi akses masuk keluar masyarakat namun tidak bagi kelancaran transportasi kebutuhan pokok,”jelasnya.

Sementara itu,pada kesempatan yang sama,Alberth Efrain Kofit salah satu pengurus GAMKI Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menyatakan sikapnya terhadap fenomena Covid-19 ini.Dimana GAMKI MBD mendukung seluruh kebijakan pemerintah MBD untuk mencegah penyebaran corona virus sedini mungkin di bumi Kalwedo ini.

“Ada tiga hal yang kami sampaikan ke Pemda MBD yakni,apresiasi kami terhadap kebijakan Pemda MBD untuk menyalurkan anggaran untuk penaganan Covid-19,kemudian kami mendorong Pemprov Maluku untuk melakukan koordinasi denga pusat dalam rangka lockdown bagi akses warga keluar masuk dan memberikan kewenangan khusus,”ungkap Kofit.

Dijelaskannya,ketiga point itu kiranya dapat memberikan angin segar dalam penanganan Covid-19,lebih progresif di MBD,teristimewa ada kewenangan yang diberikan untuk pembatasan masuk keluar untuk beberapa waktu kedepan termasuk di MBD.

“Untuk itu,saya berharap dengan adanya langkah-langkah ini,maka akan sedikit menolong kita keluar dari kemelut dan ancaman bahaya virus corona yang talah memakan korban ribuan manusia yang bukan hanya di Indonesia namun secara global,”tandas Kofit.

Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …