Ketua FSB Malteng,Status Buruh Di Maluku Memprihatinkan

AMBON,N25NEWS.COM-Status Buru di Maluku ini sangat memprihatinkan ,dimana hanya dibutuhkan tenaga kerja,tetapi tidak diperhatikan masalah kesejahteraannya.

Hal ini dikatakan Ketua DPC Federasi Serikat Buru (FSB) Kabupaten Maluku Tengah,Sumarjan Majid,kepada awak media ketika ditemui disela-sela demonstrasi para pekerja PT.WLI yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Maluku,kamis (4/7/2019).

Untuk diketahui mereka-mereka yang datang ini sudah 1 tahun tidak mendapat gaji,bahkan mereka di usir paksa dari perusahan,padahal mereka ini belum menandatangani PHK sepihak jadi secara UU mereka ini masih karyawan pada PT.Wahana Lestari Investma (WLI,tetapi kemudian oleh arogansi pihak management PT.WLI mereka menggunakan polisi disana untuk menjadi tameng untuk mengusir mereka.

Nah,inilah yang akan kami adukan kepada pak Murad (Gubernur),supaya pak Murad tau bahwa sesungguhnya yang terjadi terhadap karyawan PT.WLI seperti apa,”kata dia.

Ia menjelaskan lagi bahwa,selama ini Bupati Maluku Tengah (Malteng) kerika pihaknya menyampaikan keluhan mereka di Masohi tetapi sampai hari ini belum ada tanggapan dari Bupati,termasuk Kadis Nakertrans Malteng,lucunya juga masakan seorang mediator dari Dinas Nakertrans menjadi saksi untuk mengeluarkan SKB PHK sepihak dari perusahan,padahal tidak seperti itu,bahkan tidak ada satu hukum pun yang menjamin seorang mediator dari Nakertrans untuk menjadi saksi dalam pembuatan SKB PHK.

Dengan demikian telah terjadi ketimpangan karena yang ada hadir ini hanya sebagian,sebab mereka (PT.WLI telah melakukan PHK sebanyak 1350 orang,maka ini harus menjadi perhatian khusus Pemda Maluku untuk membenahi sisi perburuhan di Maluku.

“Kita sangat menyesalkan Pemda Maluku yang seola-olah menutup mata dan tidak pernah mendengar apa-apa,padahal kita sudah cukup bersuara dan sudah menyurati serta sudah menemui pihak Nakertrans Kabupaten dan Provinsi tapi cuma 1 bahasanya tidak terjadi apa-apa di sana,tuturnya.

Baca juga :   Pabung Malteng Lepas Anggota Pindah Satuan

“Kami selaku anak negeri Seram merasakan ini benar-benar sudah terlalu dramatis sama sekali,bisa dibayangkan mereka ini hidup di perusahan dengan
tidak diberikan gaji,bisa dibayangkan menderitanya masyarakat ini,”tegasnya lagi.

Untuk diketahui juga di PT.WLI ini ada 1300 an buruh yang kemudian mereka sudah tidak mau lagi berpolimik,mereka menandatangani SKB PHK dengan terpaksa,sebab perusahan mengularkan SKB PHK yang hanya sepihak yang mana kemudian dimediasi oleh Nakertrans dan juga dijadikan saksi juga dari Nakertrans.

Adapun lokasi Perusahan PT.WLU ini sendiri beroperasi di darrah Seram Utara tepatnya di desa Sawai Kabupaten Maluku Tengah.

PT.Wahana Investasi Utama ini sendiri bergerak di bidang pertambakan udang tepatnya di desa Arara.
Selama ini juga buruh masih bertoleransi supaya persoalan ini bisa diselesaikan dengan cara mediasi,tetapi perusahan ini selalu berkelit.
PHK ini,sudah dilakukan Perusahan ini sejak bulan November sampai Desember 2018.padahal seriap ketentuan yang berlaku untuk pekerja buruh itu harus berliku sesuai UU.

“Untuk itu,yang sekarang kami inginkan itu adalah mari kita tegakan UU kalau PT.WLU sebagai pengusaha silakan berkiblat pada UU pengusaha dan kami harap perusahan yang mengatakan telah mengalami kerugian 2 tahun secara berturut-turut ini harus dibuktikan,”tandasnya.

Reporter: Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …