Komoditi Ekspor Maluku Termasuk Tertinggi Dari Jawa Timur

AMBON,N25NEWS.com-Komoditi Maluku termasuk komoditi ekspor tertinggi dari Jawa Timur,termasuk sektor perikanan.Dimana,78 persen bahan baku yang masuk ke Jatim dipasok dari Maluku.

Hal tersebut ungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur,Drajat Irawan kepada awak media,usai pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Maluku di kantor Gubernur Maluku,Kamis (24/6) dalam rangka penjajakan misi dagang dan investasi antara kedua belah pihak.

“Intinya hampir semua potensi-potensi di Maluku ternyata juga komoditas ekspor kita tertinggi, perikanan juga kita tertinggi,”ungkapnya.

Ini menjadi salah satu faktor kedatangan delegasi Pemprov Jatim untuk membahas peluang penjajakan misi dagang dan investasi dengan Pemprov Maluku hari ini.

Selain itu,penjajakan misi dagang dan investasi tangggal 7 Juli 2021 dan hari ini sudah diarahkan Wagub Maluku untuk bagaimana kemudian terjadi sinergitas.

Adapun,sinergitas itu yakni,
1.Bagaimana memperkuat jaringan pasar antara Jawa Timur dengan Maluku sehingga neraca perdagangan tidak terlalu jauh.

Sekarang barang-barang dari Jatim yang dikirim ke Provinsi Maluku itu 2,14 triliun,tapi barang-barang Maluku yang ke Jawa Timur baru 251 milyar.Bagaimana supaya pasar ini lebih diperluas.

2.Bagimana penjajakan,untuk ada penjajakan investasi,ini investor dari Jatim bisa melihat potensi-potensi yang ada di Maluku ini.

3.Bagaimana kemudian jangan-jangan di Jatim banyak potensi bahan baku impor yang selama ini Jatim mengimpor bahan baku itu sekitar 70-80 persen.

Termasuk juga IKM karena IKM nya Maluku dengan Jawa Timur saya kira bisa disenergikan terutama adalah SNI karena banyak prodak-prodak dari luar

“Saya kira bisa disinergikan terutama adalah SNI karena banyak produk-produk dari luar Jawa itu belum di SNI” katanya.

Lanjutnya ,dengan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk itu perlunya standarisasi SNInya baru di bisa dibawa masuk ke pasar global.

Ditempat yang sama,Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan Provnsi Maluku (TGPP),Hadi Basalamah menyampaikan,ini adalah salah satu bentuk kerja sama antar pemerintah daerah serta bisnis.

“Jadi esensi dari pertemuan ini akan diwujudkan pada tanggal 7 Juli 2021,untuk bagaimana memperkuat kerjasama khusunya pada bidang ekonomi ,perdagangan ,investasi dan sektor sektor lainnya yang dapat kita adopsi antara Jawa timur dan Maluku,”terangnya.

Dikatakannya,Maluku merupakan daerah yang punya potensi pasar besar,untuk kedepannya perlu dilakukan percepatan,khususnya peningkatan daya saing ekonomi Maluku.

Lanjutnya ,hasil produksi dari UMKM akan diberi label.”Kita perlukan satu nilai ukuran,yaitu produk itu harus berSNI contohnya seperti kayu putih,produk-produk turunan UMKM lainya” katanya.

Dikatakannya lagi hasil produk daerah harus diberi label sehingga nilai jualnya semakin tinggi .

“Insa Allah pada Satu Juli mendatang,kita dengan badan standarisasi akan bertemu untuk MoU dan rencana kerja,” katanya,

Dengan begitu peningkatan pelayanan publik perlu ditingkatkan dan produk asal Maluku memiliki nilai jual lebih .

“Kita akan coba fokuskan lagi pada konektivitas (perhubungan),biaya pengiriman barang dari Maluku ke Jawa Timur bisa lebih efisien dan sebaliknya menguntungkan kedua belah pihak ” pungkasnya.

Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

Check Also

Garap Dan Maksimalkan Potensi Industri Perikanan Di Indonesia Timur, Ambon New Port Segera Dibangun

JAKARTA,N25NEWS.com-Pengembangan Ambon New Port beserta industri yang terintegrasi akan segera dilakukan untuk mendukung sektor perikanan …