Langgar Administrasi, 171 Kaleng Sianida 50 kg dan 440 Karbon Milik PT. SHC di Buru Akan di Kembalikan ke Daerah Asal

NAMLEA,N25NEWS.com – Kepala  Kepolisian Resort(Kapolres) Pulau Buru, AKBP. Ricky Punama Kertapati, S.I. K. mengatakan,akan mengembalikan 171 kaleng Sianida ukuran 50 kg dan 440 Karbon kepada pemilik barang PT. Sumber Hidup Cimindo(SHC) untuk nantinya di kembalikan ke daerah asal barang tersebut.

Menegasan ini di sampaikan kepada awak media di halaman Mapolres Pulau Buru Jumat (18/10/2019) .

Barang-barang tersebut sebelumnya di amankan Polres Kabupaten Buru pada Agustus tahun 2018 lalu dan dalam perjalanannya Kata Kapolres Buru,pihak Kepolisian  sudah melakukan pemeriksaan terhadap barang – barang berupa Sianida dan Karbon tersebut dan masih pada tahap pendistribusian dan penyimpanan  dan belum di gunakan .

Apabila sudah di gunkan dan menimbulkan dampak maka itu menjadi domain dari Dinas Lingkungan Hidup,dimana itu di ambil ijin lingkungan ,AMDAL dan ijin penggunaan barang tersebut.

“Oleh Karena itu, hal ini sudah kami tindaklanjuti dengan menetapkan masalah ini dengan pasal 106 junto pasal 24 UU nomor 7 tahun 2014 yaitu undang-undang perdagangan terkait dengan pelanggaran bahan kimia berbahaya ini,”tandas AKBP. Ricky Punama Kertapati, S.I. K.

Dari hasil tersebut Kata Kapolres Buru ini,setelah  mendapat keterangan dari ahli bahwa ini adalah pelanggaran administrasi,maka pihaknya  sudah melakukan gelar perkara saat ini dan dari hasil gelar perkara tersebut, di putuskan perkara ini adalah pelanggaran administrasi.

Baca juga :   Pemuda Desa Kawa SBB Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal

“Lalu kita berkoordinasi dengan mantan Kepala Disperindag Buru,di sampaikan bahwa ini adalah pelanggaran administrasi dan domain daripada Disperindag sehingga saat itu sudah dilakukan koordinasi dengan Kementerian Pendustrian dan Perdagangan di Jakarta dan sudah turun surat dari Dirjen Perdagangan yang intinya menyampaikan bahwa pelanggaran administrasi ini harus di berikan sangsi administrasi yaitu pengeluaran barang bukti ini yang ada di Buru di kembalikan lagi ke tempat asalnya ke Surabaya dan di larang beredar di wilayah hukum Kabupaten Buru,”jelasnya..

Terkait dengan hal tersebut lanjut Kapolres,Polres Buru sudah berkoordinasi dengan Disperindag Buru dan sudah di tindaklanjuti dan dalam waktu dekat akan dilakukan eksekusi atau melaksanakan putusan administrasi yang di buat oleh Dirjen Perindustrian dan Perdagangan  RI yaitu sangsi berupa sangsi administrasi dan juga untuk mengembalikan barang-barang yang di amankan di Mapolres Buru tersebut ke pemilik barang tersebut yaitu PT. Sumber Hidup Cimindo(SHC).

“Oleh karena itu dalam waktu dekat nanti,akan di lakukan pengembalikan kepada pemilik barang  dan harus di lakukan pengawasan baik itu Polres Buru,Kodim,Disperindag, LSM maupun media sendiri dan memastikan barang-barang ini akan keluar dari Kabupaten Buru,”ujar Kapolres Pulau Buru, AKBP. Ricky Punama Kertapati, S.I. K.

Reporter : Kiswan

Editor : Redaksi

 

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …