Lewerissa : Ultra Mikro Kebijakan BUMN Yang Tepat

AMBON,N25NEWS.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Hendrik Lewerissa, menegaskan integrasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bangsa pasar ultra mikro dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan kebijakan tepat yang dilakukan pemerintah.

Penegasan disampaikan, Lewerissa
dalam sosialisasi Integrasi BUMN Ultra Mikro yang diprakarsai Kementerian BUMN dan dilaksanakan di Kantor BRI Cabang Ambon, Sabtu (5/6)

Dikatakan, sedikitnya ada tiga manfaat yang diperoleh jika BUMN menyediakan fasilitas pembiayaan buat UMKM yang ada dalam satu komunitas bisnis, bersama BRI, Pegadaian dan PNM yang disatukan dalam satu perusahan holding.

“Manfaat pertama adalah demi peningkatan efisiensi bisnis dengan menyatukan ketiga lembaga pembiayaan UMKM dibawah satu manajemen yang dipimpin oleh BRI, kedua ada keseragaman bunga pinjaman atau biaya dana (cost of fund) yang dinikmati nasabah debitur, sebagài pelaku usaha UMKM. Selama ini kan bunga pinjaman dari ketiga lembaga keuangan negara itu berbeda satu dengan yang lainnya padahal sama-sama milik negara,”jelasnya.

Padahal kata, Lewarissa bunga pinjaman di BRI tidak sama dengan bunga pinjaman di Pegadaian, sama halnya dengan PNM dan kalau ada keseragam diharapkan cost of fundnya juga lebih rendah dan itu baik untuk UMKM.

Selain itu, dengan adanya penyatuan maka diharapkan agar penyaluran kredit bagi UMKM akan lebih meningkat.

Dijelaskan, kalau saat ini ada sekitar 58 jutq UMKM di Indonesia dan baru sekitar 20 persen atau sekitar 15 juta UMKM yang terlayani oleh lembaga keuangan negara. Sementara ada sekitar 5 juta UMKM dilayani oleh rentenir dan sisanya sama sekali belum terlayani.

Padahal UMKM sangat berjasa bagi negara ini karena berperan mendorong perekonomian negara dan menyerap tenaga kerja terbesar.

Dimana holdingnisasi BUMN ultra mikro ini tidak menggunakan uang negara karena negara tidak menyuntikan dana segar ke BRI.

” Ini non cash transaction. Dan saham milik negara di BRI juga tidak akan terdilusi sehingga kepemilikan saham milik negara di BRI tetap mayoritas yaitu sekitar 60 persen dan sisanya sebesar kurang lebih 40 persen dimiliki oleh publik,”terangnya.

Hadir dalam kesempatan itu, sekaligus sebagai pemateri, Kepala BRI Cabang Ambon, Eko Setiyanto, Vice President Pagadaian Area Ambon, Tomy Djoko Tri Rahadjo dan Devan Simatauw, Manajer Bisnis PNM Cabang Ambon.

Sosialisasi dengan melibatkan pelaku
UMKM di Kota Ambon dan sekitarnya, juga diharapkan dapat dilakukan di Kabupaten/kota di Maluku sehingga masyarakat dapat memahami dan bisa menggunakan jasa dari lembaga keuangan negara untuk start up bisnis atau untuk pengembangan usaha.

Check Also

Garap Dan Maksimalkan Potensi Industri Perikanan Di Indonesia Timur, Ambon New Port Segera Dibangun

JAKARTA,N25NEWS.com-Pengembangan Ambon New Port beserta industri yang terintegrasi akan segera dilakukan untuk mendukung sektor perikanan …