Litiloly Dan Tiga Rekannya Melapor Balik Kekerasan Yang Di Alami TNP Di Prumnas Lala

NAMLEA,N25NEWS.com – Litiloly bersama Tiga rekannya medatangi pihak SPKT Polres Pulau Buru pada hari Rabu 7/4 2021. Kedatangan pengacara kondang asal pulau buru itu guna melapor atas tindakan kekerasan dan penyebaran berita Hoaks oleh sekelompok orang terhadap kleinnya.

Empat Penasehat Hukum (PH) yang mendampingi kleinnya  dipimpin  Ketua tim , Harkuna Litiloly, SH , Adam Hadiba, SH, MH, Ahmad Belasa, SH dan Yanto Naralatu, SH Kepada Wartawan melalui Keterangan  Pers Jumat 9/4 2021 di kedai meli kota Namlea.

Litiloly Menjelaskan,  Awal kejadian yang menimpa klein kami itu terjadi pada hari Rabu 4/4 2021 di rumah kediaman tepatnya di Perumnas Desa Lala Kecamatan Namlea, Ibukota Kabupaten Buru.

Dimana ada sekawanan klompok berjumlah 7 orang termasuk di dalamnya ada oknum anggota Polisi rame- rame mendatangi klein kami berinisal TNP dirumahnya, kemudian Klein kami membuka pintu dan dipersilahkan masuk sekelompok orang- orang tersebut, namun sekawanan klompok ini langsung menyerang membabi buta, melecehkan, merobek pakaian dan main hakim sendiri,  akhirnya klein kami mengalami babak belur semunya itu dibuktikan dengan hasil visium.

Mereka dalam amarahnya bukan saja melakukan kekerasan terhadap klein kami tapi, sekelompok orang orang tersebut masuk di dalam kamar korban untuk mengacak – ngacak kamar korban dan menuding klein kami melakukan Perzinaan sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 284 yang termuat di beberapa Media Cetak maupun di Medsos” Ujar Litiloly

Selain menyebarkan peristiwa visual  melaui Medsos oleh sekelompok oknum Kata Litiloly,  dengan inisal WHT, PA, MK dan inisal A seakan- akan menyudutkan klein Kami, akhirnya klein kami merasa dipermalukan, maka masalah ini bersama kuasa hukum akan mendatangi pihak SPKT untuk melaporkan kejadian tersebut, untuk dibuktikan kerana penyidik apakah unsur itu terpenuhi bahwa, itu sebuah kejahatan sebagaimana dijelaskan dalam  KUHP 284, kesemunya ini diserahkan sepenuhnya untuk Penyidik yang berkewenangan untuk membutikan kejadian tersebut, didasari pada azas praduga tak bersalah, sebelum seseorang itu  dinyatakan bersalah oleh PN.

Sementara itu rekan Litiloly, pAhmad Belasa, SH Menuturkan, tujuan dari Komprensi Pers hari ini Jumat 9/4 di Kedai Melly untuk mengkanter dan mengklarifikasi serta memperjelas status penanganan perkara yang saat ini sedang kami dampingi.

Dugaan perbuatan yang dilakukan oleh klein kami yang telah dilaporkan oleh para pelapor yakni, terkait dengan Dugaan perbutan zina sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 284 KUHP tetapi, tentunya proses penyelidikan Kata Belasa, biarlah menjadi kewenangan Polisi/ Penyidik untuk kemudian menjelaskan dan mencari barang bukti, guna membuat terang perbuatan tersebut apakah memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 284 ataukah sebaliknya tuduhan tersebut adalah palsu, karena tidak didasarkan atas Dua alat bukti minimal sebagaimana dimaksud dalam pasal 184 KUHP.

Dikatakanya, Bahwa sebelum perbutan 284 dilaporkan di Mapolres Buru oleh WHT dan PA, klein kami dihakimi terlebih dahulu baru dilaporkan, karena itu laporan yang disampaikan oleh WHT dan PA adalah merupakan hak konsitusi mereka, akan tetapi harus di ingat bahwa, perbuatan yang dilaporkan adalah Dilik aduan, sehingga harus dipahami siapa dulu yang menjadi korban” Kata Belasa.

Sedangkan perbuatan main hakim sendiri yang mereka lakukan terhadap klein kami adalah merupakan tindak pidana Penganiayaan, Pengeroyokan, Pelecehan, Penggerebekan, Penghinaan dan Perbuatan Pidana serta perbuatan pidana lain yang turut dilakukan oleh oknum WHT, PA dan A berupa masuk di rumah klein kami secara paksa dan mengacak- ngacak kamar pribadi klein kami, sehingga ada terjadi kehilangan barang berupa uang pada peristiwa itu” Tegas Belasa

Dengan demikian, Kami menegaskan bahwa, Media/Wartawan yang memuat peristiwa ini sebelumnya harus professional dan tidak berpihakan, harus berdasarkan data dan fakta tidak boleh pada opini- opini yang sesaat, karena itu dapat melanggar hak asasi manusia dan dapat menyesatkan Publik dengan tulisan- tulisan yang tidak jelas,”Pungkasnya.

Reporter : Kiswan

Editor :Redaksi

Check Also

PMII Tidak Ada Faksi Timur Yang Ada Hanya Nusantara, Mari Kita Legowo Untuk Gus Abe

Namlea,N25NEWS.com -Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sudah selesai. Muhammad Abdullah Syukri terpilih sebagai …