Seorang Bayi Lahir di Pengungsian,Wagub Beri Nama Muhammad Abas Orno Pelu

AMBON,N25NEWS.com-Rasa cemas dan ketakutan pasca gempa berkekuatan magnitudo 6,8 melanda Pulau Ambon dan sekitarnya,seketika berubah menjadi gembira dan haru.

Suasana ini terjadi di tenda pengungsian kawasan Universitas Darusalam (Unidar) Ambon,Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah ( Malteng),ketika Hartini Ohorella,seorang ibu yang ikut mengungsi di tenda pengungsian melahirkan seorang bayi laki-laki,selasa (1/10/2019).

Kelahiran sang bayi terjadi tak kala Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno berada di sana megunjungi para pengungsi dan mendapat informasi bahwa ada bayi yang baru saja dilahirkan.Wagub langsung bergegas menuju tenda tersebut untuk melihat bayi mungil itu.

Didampngi ibu Beatrix Orno,Wagub menuju tenda dan pada saat tiba bayi Hartini belum diberi nama.

Akhirnya oleh Wagub diberi nama Muhammad Abas Orno Pelu yang langsung disetujui kedua orang tuannya.
Diketahui nama Abas sendiri,merupakan nama kecail atau nama panggilan Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno.

Sementara itu,Rahman Pelu dan Hartini Ohorella yang merupakan orang tua dari bayi Abas,mengaku senang dan bangga,anak mereka diberi nama oleh orang nomor dua di Maluku.

Adapun,pasangan suami istri ini sudah berada di tenda pegungsian sejak gempa melanda pada kamis (26/9/2019).Dibantu oleh dokter yang bertugas di RSUD Tulehu,proses persalinan Hartini beralan lancar didalam tenda pengungsian,sehingga tepat pukul 10.30 wit lahirlah bayi yang diberi nama Muhammad Abas Orno Pelu.

Baca juga :   Pemuda Desa Kawa SBB Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal

“Terma kasih bapak sudah datang dan memberikan nama kepada beta (saya) pung anak,”ungkap Rahman dengan wajah yang bahagia.

Usai memberikan nama kepada bayi Abas Orno,Wagub mengatakan suatu saat Abas akan menjadi orang yang hebat.

“Nanti anak ini akan menjadi orang hebat,” kata mantan Bupati MBD ini.
Selain itu,dirinya meminta ,ketika Abas berusia 40 hari,kedua orang tuannya dapat membawa Abas untuk berkunjung ke kediamannya.

“Kalau nanti bayi Abas sudah berusia 40 hari bawa ke rumah ya,karena disana ada dia punya kakak 8 orang (anak-anak dari Wagub),” haral Wagub.

Tak lupa juga,Wagub pun menyerahkan bantuan berupa uang tunai yang diperuntukan bagi kebutuhan bayi Abas,di pengungsian dan Wagub juga menemui petugas kesehatan yang ditugaskan pada posko yang berada di kawasan Kampus Unidar.

Wagub berharap,agar petugas kesehatan dan dokter harus melayani warga masyarakat pada lokasi pengungsian dengan sepenuh hati dan iklas.
“Saya berharap bapak dan ibu petugas yang melayani kesehatan disini bisa melayani dengan sepenuh hati dan ikhlas,”harap Wagub.

Adapun,Wagub juga menyampaikan rasa terima kasih kepada warga negeri Tulehu yang telah membantu para pengungsi yang menginap dirumah mereka,khususnya di dataran tinggi.

Sumber : Humas Provinsi Maluku
Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …