OKP Cipayung Kota Ambon Menilai Pemerintahan Gubernur Maluku Murad Ismai Gagal

AMBON,N25NEWS.com-Sudah dua tahun lebih pemerintahan Gubernur Murad Ismail memimpin Maluku,namun sayangnya belum ada progres yang signifikan,dikarenakan banyak sekali persoalan yang belum tuntas.

Hal tersebut diungkapkan pada saat konfirmasi pers bersama Aliansi OKP Cipayung,di Ambon Selasa kemarin (3/5/2021).

Adapun,gagalnya pemerintah Maluku terlihat dari beberapa kasus yang melibatkan Gubernur Maluku Murad Ismail,seperti pengadaan 4 mobil dinas yang ternyata mobil bekas dan peminjaman dana sebesar 700 milyar dari PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) dan tidak menekan kebebasan pers untuk menyampaikan informasi dihadapan publik dan masalah biaya rapit test serta penyalagunaan anggaran penataan kawasan dan rehabilitasi Islam Center yang digunakan untuk pembangunan caffe.

“Pemda Maluku dalam hal ini Gubernur Murad Ismail gagal,karena bagi saya terlalu banyak persoalan yang belum dituntaskan,”ungkap Ketua HMI Cabang Ambon,Burhanudin Rumbouw.
Menurutnya Murad Ismail selaku gubernur ternyata gagal karena terlalu banyak persoalan seperti pengadaan mobil dinas yang mahal dan ternyata bekas membuat heboh publik Maluku karena mahalnya mobil dinas tersebut.

“Oleh karena itu kami OKP Cipayung Kota Ambon mendesak gubernur agar mengevaluasi berbagai persoalan ini dan meminta penegak hukum menyelidiki kasus-kasus ini,”ujar Rumbouw.

Sedangkan Ketua GMKI Cabang Ambon Josias Tivem mengatakan,dua tahun lebih kepemimpinan Murad Ismail masih jauh dari visi-misi yang disampaikan saat kampanye,itu artinya program unggulan bagi pemerintahan yang bersih dan transparan bagi kepentingan masyarakat yang di gembor-gemborkan,namun kenyataannya sangat bertolak belakang.

Baca juga :   BAPERA Berkomitmen Dorong Pembangunan Dan Ekonomi Maluku

“Saya contohkan kasus pinjaman 700 M dari PT. SMI,namun tidak melibatkan DPRD sebagai fungsi kontrol anggaran,”kata dia.

Ditambahan Tivem Pemprov Maluku pun tidak memberikan sosialisasi kepada masyarakat,sehingga publik tidak paham dengan anggaran 700 M yang digunakan infrastruktur tersebut.

Ketua PMKRI Cabang Ambon,Urbanus Metintomwat mengatakan gubernur kali ini sangat gagal,itu terbukti dengan pengadaan empat buah mobil dinas mewah tanpa tender dan peminjaman dana 700 milyar.

“Dua kasua ini saja bukti bahwa gubernur Murad Ismail gagal,padahal seperti anggaran 700 M untuk pemulihan ekonomi,namun ternyata tidak ada trnasparan hingga publik bertanya anggaran dasyat itu untuk apa,”ucap Urbanus.

Sedangkan Ketua PMII Cabang Ambon Abdul Gafur Rusunrey juga turut mengomentari persoalan diatas,dimana ia tegaskan Gubernur Maluku sangat gagal karena banyak persoalan yang dia (gubernur) abaikan saja.

“Olehnya,kami minta Pemda Maluku transparan,apakah anggaran tersebut sudah di bagikan untuk pemulihan ekonomi atau tidak,”ujarnya.

Sementara itu,Ketua IMM Cabang Ambon,Ardi Septian Labaiawa memberikan komentarnya terkait rapit test dan kartu KIP bagi pelajar yang terkesan tumpang tindih.

“Dalam kampanye Murad Ismai berjanji akan mendukung pendidikan,namun kenyataannya sampai sekarang banyak pelajar yang belum memiliki kartu KIP,”tandas Ardi.

Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

Dua Tahun Berdiri Yayasan Pelangi Maluku  berkomitmen Klinik Ini Dapat Diakses Berbagai Komunitas

AMBON,N25NEWS.com-Yayasan Pelangi Maluku (YPM) mendirikan klinik komunitas Candela yang sudah di berjalan selama dua tahun,dimana …