Pemkot Ambon Tidak Konsisten Dalam Melaksanakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

AMBON,N25NEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon harus konsisten dalam pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).Karena itu,jangan hanya Pemkot Ambon menghasilkan regulasi asal jadi yang tidak menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pekerja Harian (BPH)  Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM),Pendeta,A.Werinussa.STH,kepada awak media saat ditemui di kantor Gubernur Maluku,sabtu (13/6/2020).

Lebih lanjut Werinussa mengatakan,dirinya sangat heran dengan kinerja dari pemerintah kota Ambon,yang tidak bisa mengendaliakan aktivitas masyarakat,sehingga tingkat pasien yang terkonfirmasi Covid-19 di kota Ambon sangat tinggi.

“Saya heran dengan kinerja Pemkot Ambon yang terkesan tumpang tindih,dimana kita lihat dilakukannya pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) belum di sosialisasikan ke masyarakat,namun lagi PSBB,inilah yang membuat masyarakat bingung.Sedangkan rumah ibadah tidak menjadi penuebaran virus ini,”kata Werinussa.

Selain itu,menurut Warinussa aktivitas pasar yang dari pagi dan ditutup pada jam empat sore,tidaklah bagus.Justru akan menimbulkan ketidakpuasan dari pada pedagang dan pembeli,olehnya itu harus ada pasar dibeberapa titik.

“Memang betul kerumunan itu sangat berpotensi terjadi penularan virus sangat besar,maka sudah barang tentu regulasi yang dibuat Pemkot Ambon itu tadi harus betul-betul dapat menjawab kebutuhan masyarakat,”tandas Werinussa.

Untuk itu,Werinussa menandaskan tokoh agama siap membantu pemerintah,akan tetapi masyarakat harus terlayani kebutuhan pokoknya.

Reporter      : Aris Wuarbanaran

Editor         : Redaksi

Check Also

299 Tamtama Remaja Resmi Dilantik Di Rindam Pattimura

AMBON,N25NEWS.com-Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M., yang diwakilkan oleh Kasdam XVI/ Pattimura, …