Pemprof Maluku Terima 241 Pekerja Kilang Gas LNG,Ketua GMKI Cabang Ambon Sebut Telah Menyelahi PSBR Yang Di Suarakan Gubernur

AMBON,N25NEWS.com-Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon,Almindes Valentino Syauta,angkat bicara terkait ratusan pekerja kilang gas LNG Teluk Bentuni Provinsi Papua Barat masuk Ambon setelah ditolak pemerintah Kota Babo.Mereka tiba dengan pesawat carteran yang tiba di Ambon dan dikarantina selama 14 sebanyak 241orang.

“Kami mempertanyakan Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR) yang disuarakan Gubernur Maluku kepada masyarakat Maluku kenapa di langgar,”kata Syauta kepada N25NEWS.com,belum lama ini di Ambon.

Adapun,berbagai pertanyaan yang dilayangkan dari publik,mengapa mereka tidak di karantinakan di Bintuni,Manokwari atau Sorong saja yang berada di Papua Barat,namun memilih karantina di Maluku.

“Saya pertanyakan alasan apa sehingga dengan enaknya Pemprov Maluku menjilat ludahnya sendiri hanya untuk menerima para pekerja tersebut dikarantina di Kota Ambon.Padahal basudara kita diluar sana ingin pulang dari tanah rantau tidak bisa dikarenakan himbauan pemerintah terkait PSBR.,”ujar Syauta.

Selain itu,lagi-lagi kelunturan kepercayaan kepada Pemerintah Provinsi Maluku di umbar kembali.Pertanyaan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku terkait karantina para pekerja LNG Bintuni yang dilakukan didaerah ini sangatlah tidak masuk akal.Ada hubungan apa antara LNG Teluk Bentuni dengan pedapatan asli daerah (PAD) provinsi Maluku,sama sekali tidak ada.Jelasnya para pekerja ini,Papua Barat yang mendapatkan keuntungan dari mereka,namun tidak menampung pekerja ini,tapi kok Maluku yang menampung para pekerja tersebut,ada apa?.

“Dari hal tersebut kami menduga bisa saja oknum-oknum tertentu yang memiliki kekuasaan didaerah ini bisa saja bermain dibelakang layar untuk meraup keuntungan dengan pihak perusahaan,sehingga mengabaikan apa yang sudah ditetapkan secara konstitusional yaitu PSBR yang dilakukan pembatasan pada lalu lintas transportasi laut dan udar,”katanya.
Adapun,gejolak pertanyaan ini,juga berdasar karena dari pihak Gugus Tugas (Gustu) penanganan Covid-19,pemerintah Maluku mauoun Pemkot Ambon juga telah mempertegas,jikalau kota Ambon sudah bertambah para didera virus corona dan bertambahnya korban serta PDP,apakah hal ini tidak konyol ?.

“Untuk itu,kami butuh klarifikasi yang tepat dari Pemprov Maluku akan hal tersebut agar publik jangan resah dengan yang dilakukan oleh Pemda Maluku,karena dapmpak buruknya kita bisa bertanya apakah mau daerah kita diberi citra buruk karena nila setitik yang dibuat oleh Pemprov Maluku,”tandasnya.

Check Also

299 Tamtama Remaja Resmi Dilantik Di Rindam Pattimura

AMBON,N25NEWS.com-Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M., yang diwakilkan oleh Kasdam XVI/ Pattimura, …