Pemprov Maluku Fokus Pada Pengendalian Kasus COVID-19 Jelang Libur Lebaran

AMBON,N25NEWS.com-Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Kasrul Selang mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi kepada seluruh kepala daerah,untuk bagaimana fokus untuk mengendalikan lonjakan kasus COVID-19 mengahadapi liburan lebaran dengan menggunakan moda transportasi darat,laut dan udara.

Hal tersebut ditegaskan dalam surat Gubernur Maluku nomor 451-52 tahun 2021 tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan upaya pengendalian penyebaran corona virus disease (COVID -19) di Maluku.

“Mudik untuk sementara ditiadakan bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi,sebab referensi kita pada negara India,namun negara tersebut melonggar dan menyatakan sudah tidak ada kasus,tetapi yang terjadi adalah terjadi lonjakan kasus yang sangat dasyat,”ungkap Sekda dalam konferensi pers di kantor Gubernur Maluku,Senin (3/5).

Menurut,Kasrul pemerintah daerah maupun pusat tidak ingin kasus COVID-19 di India terjadi di Indonesia.

Oleh karena itu,Presiden Joko Widodo mengarahkan semua kepala daerah untuk lebih berhati-hati dalam mengendalikan kondisi yang ada di daerah masing-masing.

“Menidak lanjuti arahan Presiden dan pihak terkait lainnya seperti Mendagri,Kemenkes,Panglima TNI,Kapolri,Kejaksaan BNPB dan lembaga lainnya,serta masukan dari teman-teman Satgas kabupaten/kota,akhirnya kita lakukan penyesuaian terhadap surat edaran gubernur yang kemarin,”kata Kasrul.

Dijelaskan Sekda,mudik lebaran tahun ini,pihaknya akan bagi lagi dalam tiga fase,dimana fase.Disinggung fase pertama disebut pra,dimana sebelum tanggal 6.Jika dimulai dari sekarang tanggal 3-tanggal 5,kemudian tanggal 6-tanggal 17 dan tanggal 18-24.

Baca juga :   Satgas Yonif 734/Sns Kout Melaksanakan Pemabgaian Sembako Dan Pengobatan Massal Gratis

Adapun,Pemerintah daerah akan melakukan perubahan misalnya pada tanggal 3-5 semua pelaku perjalanan antar kabupaten/kota itu tidak memakai SIKM,tetapi tetap menggunakan protokol kesehatan,berupa rapit antigen,PCR itu tetap menjadi persyaratan.

Kemudian di tanggal 6 sampai tanggal 17, SIKM,antigen juga berlaku hanya 2×24 jam,sedangkan tanggal 3-5 jika ingin berpergian harus menggunakan test antigen yang sampelnya di ambil 1×24 jam.

“Nah perlu saya sampaikan lagi tanggal 6-17 SIKM dipakai plus antigen 2×24 jam dan pada tanggal 18-24 akan kembali berlaku lagi 1×24 jam saja,”jelasnya.

Untuk diketahui Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) dikeluarkan oleh Satgas kabupaten/kota asal masyarakat yang ingin keluar.

“Untuk itu,karena kita berada pada zona orange,dimana kerentanannya sedang dan semua penumpang 50 persen dari kapasitas,sedangkan jika zona orange yang dibawanya kuning itu berarti 80 persen,”tandasnya.

Ditambahkan Sekda,untuk kapal,di tanggal 6 Mei 2021 sudah tidak ada lagi kapal yang beroperasi (doking).Sedangkan untuk transportasi pesawat tidak ada penerbangan untuk provinsi,namun untuk dalam provinsi masih ada.

Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

 

 

Check Also

Pos Koki Porto-Haria SSK III Turut Serta Dalam Ibadah HUT Pelayanan Wadah Perempuan

SAPARUA,N25NEWS.com-Satgas Yonif 734/Sns Pos koki Porto – Haria Yang dipimpin oleh Lettu Inf Krismanson turut …