Pemprov Maluku Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

AMBON,N25NEWS.com-Pemerintah provnsi Maluku memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang berlangsung di pelataran Islamic Centre,Kamis (10/6).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ,Siti Nurbaya dalam sambutanya yang dibacakan oleh Sekda Maluku Kasrul selang mengajak untuk penyesuaian berpikir dan bertindak 3R (reimagine,Recrate- Restore).

Menurutnya,waktu tidak bisa dikembalikan,tetapi tindakan dan aktivitas positif dapat dilakukan.

“Inilah momen kita,kita tidak bisa mengembalikan waktu,tapi kita bisa menanam pohon,menghijaukan alam dan lingkungan,mengubah pola konsumsi ,membersihkan sungai dan pantai serta berbagai aktivitas positif lainnya dalam menjaga dan merawat lingkungan
kita.Kita adalah generasi yang berdamai degan alam,”ungkapnya.

Dikatakannya,ekosistem menurut konsep dasarnya,merupakan interaksi erat dan saling mempengaruhi antara sistem ekologi dan sistem sosial,membentuk ekosistem.

“Ekosistem didefinisikan sebagai dinamika yang kompleks atau suatu komunitas tanaman,hewan dan mikroorganisme dan lingkungan air hayati yang berinteraksi sebagai unit yang berfungsi,” katanya.

Selain itu,Siti Nurbaya menyampaikan,ekosistem merupakan suatu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan suatu kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan,stabilitas dan produktivitas lingkungan hidup.

Dijelaskannya,pemerintah secara praktis telah melakukan restorasi ekosistem dalam kurun waktu 2015 – 2021,berupa pemulihan lahan atau dengan total area tidak kurang dari 4,69 juta Ha lahan dipulihkan ,termasuk gambut dan mangrove ,yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ekosistem hutan dan lahan yang terdegradasi.

“Restorasi ekosistem juga dilakukan melalui bentuk izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu restorasi ekosistem( IUPHHK- RE),salah satu bentuk pengelolaan hutan dan bekas tebangan atau logged over area (LOA),”katanya.

Dikatakannya lagi,hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan suatu ekosistem hutan terdegradasi setelah dikelola dengan TPTI (sistem tebang pilih dan tanam Indonesia) kepada kondisi yang semaksimal mungkin mendekati keadaan semula (sebelum dieksploitasi) dalam hal kondisi dan biodisertivikasi.

Lanjutnya,perubahan paradigma pengelolaan hutan dari pengelolaan berorientasi penghasil kayu (Timber management) kepada pengelolaan hutan berbasis ekosistem (mnjadi landscape management) .

Baca juga :   Di Halal Bi Halal,Widya Ajak Semua Anggota TP-PKK-DPW Maluku Tingkatkan Kinerja

“Saat ini tercatat sejumlah 16 unit manajemen restorasi ekosistem di hutan produksi degn luas 622.861 Ha,”katanya.

Adapun,pemerintah mendorong kegiatan kehutanan oleh masyarakat dan termasuk dunia usaha yang tidak lagi bersifat bisnis secara tunggal komoditas,seperti kayu,namun sudah harus berupa multi usaha dan didorong untuk berkonstribusi lebih besar dan luas,berupa penguatan dan dukungan dalam mitigasi perubahan iklim,yakni penurunan emisi gas rumah kaca( GRK).

“Tentu harus dikelola dgn baik dan benar,sehingga dapat memberikan added value bagi pengelolaan kehutanan di Indonesia,menerapkan kesempatan dan peluang dalam kegiatan dan perizinan multi usaha dengan intensif nilai ekonomi karbon,” katanya.

Disampaikannya,keberhasilan pengelolaan secara terintegrasi sangat membantu dan diperlukan dalam upaya memenuhi kewajiban negara-negara anggota guna turut menurunkan emisi cetaknya,sehingga suhu bumi tidak naik lebih dari 2 derajat celcius dan sedapat-dapatnya ditahan,sehingga tidak naik lebih dari 1,5 derajat celcius.

Kontribusi penurunan emisi GRK ini ditetapkan dalam NDC atau nationally determinal contribution.

Tambahnya,kesadaran dan kepedulian bersama seluruh elemen masyarakat merupakan hal penting dalam restorasi dan ketahanan iklim.

“Peringatan hari lingkungan hidup 2021 mnjadi momen penting bagi kita untuk terus menggugah ,menumbuhkan serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian publik tentang ekosistem dan pwngelolaannya secara optimal ” katanya.

Dirinya berharap, momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini dapat menambah semangat untuk senantiasa terus memperbaiki diri dalam berperilaku adil terhadap lingkungan .

Pada kesempatan itu juga sekda Maluku Kasrul Selang menyerahkan anakan tanaman mangrove kepda Lantamal IX Ambon dan restoran Sari Gurih sebanyak 50 anakan,serta perwakilan Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM),Majelis Ulama Indonesia (MUI) provnsi Maluku serta Presidium Wanita Katolik RI DPD Maluku masing masing 200 anakan.

Selain itu juga diberikan anakan tanaman rambutan Aceh kepada perwakilan masyarakat adat Negeri Soya dan komunitas pecinta alam (Kanal) masing masing 50 anakan.

Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

Check Also

Gubernur Maluku Sampaikan Delapan Point Penting Dalam Penyusunan APBD Tahun 2022

AMBON – Gubernur Maluku Murad Ismail memberikan arahan pada Rapat Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja …