Pemulihan Trauma,Amboina Ukulele Kids Hibur Anak-Anak Pengungsi Desa Liang

AMBON,N25NEWS.com – Gempa yang terjadi di wilayah Maluku 26 September 2019 lalu masih menyisahkan trauma yang mendalam bagi masyarakat terutama anak-anak di Desa Liang  yang berada di tempat pengungsian.

Hal ini yang membuat komunitas Ukulele Kids yang tergabung dalam Amboina Ukulele Kids Community mendatangi dan menghibur anak-anak  tersebut  pasca gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepada N25NEWS.com Pelatih sekaligus pendiri Amboina Ukulele Kids Nicko Tulalessy ini menegaskan kedatangan anak-anak Amboina Ukulele Kids dan Ambon Salling Community ini, untuk menghibur anak-anak yang ada di tempat pengungsian  karena dia dan Rio  merasa bahwa anak-anak ini dalam beberapa hari hidup dalan ketakutan dan trauma sehingga tergerak hatinya untuk memberikan semacam pemulihan trauma atau trauma Healing.

Selain itu Tulalessy berharap dengan kedatangan komunitasnya,paling tidak dapat meringankan beban dan derita yang diterima anak- anak yang ada di desa Liang terutama yang ada di lokasi pengungian ini.

“Kondisi anak-anak ini  masih trauma karena gempa 26 September kemarin,kami  tidak ingin anak-anak ini  larut dalam ketakutan,salah satu caranya adalah mengajak mereka bernyanyi dan bermain ukulele,”tegas Nicho Tulalessy.

Baca juga :   Pabung Malteng Lepas Anggota Pindah Satuan

Selain menghibur anak-anak ini kata Tulalessy Ambon Salling Community (ASC) juga memberikan donasi  berupa sembako,susu dan beberapa makanan ringan bagi anak-anak.

Diapun merasa apa yang di donasikan untuk masyarakat di Desa Liang itu tidak seberapa dan tidak mencukupi namun itulah yang dia bersama teman-teman di Amboina Ukulele Kids dan Ambon Salling Community bisa berikan.

Selain itu di tempat yang sama Rio Efruan  yang juga sebagai pelatih Amboina Ukulele Kids Community mengatakan ketika anak-anak korban gempa ikut bernyayi bersama anak-anak Amboina Ukulele Kids maka mereka untuk sementara melupakan peristiwa gempa yang dalam beberapa hari ini mereka rasakan.

Dengan bernyanyi kata Rio  semacam pemulihan trauma kepada anak-anak karena setiap mereka mendengar bunyi apa saja maka mereka selalu mengira ada gempa.

“Tapi yang paling penting kita selalu dukung anak-anak ini dalam doa agar mereka selalu terhindar dari marah bahaya,”tandas Rio.

 

 

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …