Renta Rego,BKKBN Harus Jadi Titik Sentral Pembangunan Berkelanjutan

AMBON,N25NEWS.com-Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku,Dra Renta Rego,dihadapan akademisi Unpatti Ambon dalam seminar kependudukan yang digelar di Student Center,(11/11) menyampaikan sesuai dengan amanat UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan BKKBN harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Menurutnya,pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan terencana di segala bidang untuk menciptakan perbandingan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa harus mengurangi kemampuan dan kebutuhan generasi mendatang,sehingga menunjang kehidupan bangsa.

“Dua hal ini perlu kita perhatikan yakni penduduk sebagai subyek pembangunan dan pemberdayaan penduduk yang menyangkut dengan SDM yang berkualitas,”kata Rego.

Sementara itu,Sejalan dengan visi Presiden RI Ir H. Joko Widodo,yang menekankan pembangunan SDM menjadi kunci pemerintahan kedepan, pembangunan SDM akan dimulai dengan jaminan kesehatan ibu hamil, bayi, balita dan anak sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul ke depan.

“Itu yang harus kita jaga betul.,jangan sampai ada stunting,kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 di Indonesia sekitar 30,8 persen anak balita mengalami stunting (kerdil), angka ini turun jika dibandingkan data riset kesehatan dasar tahun 2013 yakni 37 persen,namun angka ini jauh dari target WHO yaitu 20 persen,”jelas Rego.

Baca juga :   Pemuda Desa Kawa SBB Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal

Demikian juga dengan angka kematian ibu (AKI) masih berada pada angka 305 per 100.000 kelahiran hidup (SUPAS 2015).Indonesia saat ini telah memasuki fenomena kependudukan yang disebut bonus demografi. Tidak dipungkiri, bonus demografi ialah hasil dari upaya menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) melalui program keluargaberencana (KB).

Jika dimanfaatkan dengan optimal, bonus demografi dapat memacu pertumbuhan ekonomi, yang dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa. Bonus demografi adalah saat jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) proporsinya lebih dari 50 persen dibandingkan dengan kelompok usia non produktif (0-14 tahun dan 65 tahun).

“Untuk itu,pada era ini harus disiapkan generasi yang berkualitas, agar tenaga kerja yang melimpah pada saat ini mampu membawa berkah bukan malah menjadi bencana. Apalagi realitanya saat ini masih banyak persoalan kependudukan yang dihadapi Indonesia.Sehingga bonus demografi tersebut dapat benar-benar dimanfatkan untuk kemajuan bangsa dan tidak memunculkan beeragam masalah,”tandasnya

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …