Plt Kadis DKP Melakukan Vidcon Bersama Menteri Kelautan Dan Perikanan RI

AMBON,N25NEWS.com-Plt Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku,Abdul Haris,melakukan Video Conference (Vidcon) bersama Menteri DKP RI dalam rangka membahas pembudidayaan ikan yang akibat Covid1-9 mengalami penurunan harga.Selain itu juga dibahas beberapa permasalahan perikanan dalam hal ini juga terkait hasil produksinya.

“Dapat kami melaporkan bahwa sampai hari ini produksi perikanan,baik perikanan tangkap maupun perikanan budi daya masih berjalan seperti biasanya dan hasil produksinya juga masih dapat diserap,namun ada penurunan harga,”ungkap Abdul Haris dalam vidcon dengan Menteri DPK di Ambon belum lama ini.

Dijelaskannya kepada Menteri DKP,untuk produksi perikanan tangkap samapi tahun kemarin tercatat sebesar 437.990 ribu ton dan di tahun 2020 ini jumlah stok ikan yang tersedia di klostor sebanyak 16 (kota Ambon) yang memiliki klostor dengan totalnya sebanyak 929 ribu ton ikan yang tersedia saat ini di Maluku.Sedangkan untuk budidaya sampai bulan Maret 2020 tercatat sebesar 1332,62 ton.

“Saya laporkan juga,bahwa ekspor perikanan budidaya kita yaitu untuk udang vananme sampai dengan April 2020 berjumlah 2.273,dengan luas tambaknya 550 hektar yang berada di Pulau Seram.Selain itu,masih tersedia potensi pengembangannya sebesar 2000 H,dimana pabriknya tersedia dengan kapasitas 80 ton per hari dan baru terpakai baru 50 per hari,”ujarnya.

Sementara dari jumlah tersebut ikan ukuran konsumsi yang tersedia sebanyak 37.675 ribu ekor, sedangkan sisanya adalah benih sejumlah 10.38.200.000 ekor.

Adapun,jumlah ikan hasil Budi Daya keramba jaring apung yang berada di kota Ambon termasuk yang ada di kota Tual dan Maluku Tenggara saat ini, ada sekitar 10.75.875 ekor.Namun akibat dari mewabahnya Covid-19,maka di Ambon dan Malra,maka ada 34 kelompok pembudidayaan sebanyak 186 dan unit-unit ini terpaksa perusahaan mem-PHK,sebanyak 123 karyawan dari 5 perusahan.

Baca juga :   Jemaat Imanuel Amahusu,Gelar Diskusi Pencegahan Radikalisme Dan Sadar Konstitusi Berbasis Komunitas

“Kita juga laporkan sejumlah perusahaan yang terjadi PHK yakni,dari PT Inti Mas Surya ada 10 orang,PT Cemerlang Laut Ambon ada 30 orang, PT Mina Usaha Harapan 10 orang, CV Sumber Harta Laut Mas 8 orang, CV Mina Maluku Sejahtera 65 orang maka total ada 123 orang karyawan dari 5 perusahaan yang terpaksa di PHK kan karena kondisi Covid-19,”jelasnya.

Sementara itu,upaya-upaya yang telah dilakukan DKP provinsi Maluku yakni menyapaikan pihaknya mjuga telah melakukan pemantauan harga stok ikan di pasar Ambon dan di kabupaten/kota di Maluku.Namun untungnya,sampai saat ini produksi ikan masih aman dan melimpah.

Lebih lanjut,Abdul Haris menandaskan,akibat dari pada Covid-19 ini pihaknya terus memantau perkembangan budi daya ikan keramba,jarring apung dan juga yang dilakukan oleh masyarakat.Syukur dari 17 pasien kasus Covid-19,tidak ada satupun dari dari pelaku utama perikanan

“Jadi kami bersyukur tidak ada pelaku utama dari perikanan, baik dari nelayan penangkal, pembudi daya, pemasar semuanya negatif dan masih sehat, tambah Abdul Haris Kadis kelautan dan Perikana menutup video conference,”tandasnya.

Reporter            : M Nurlette

Editor                : Aris Wuarbanaran

 

 

Check Also

Genjot Pembangunan Pondasi Mesjid Desa Nang,Satgas Pra TMMD Dan Warga Bahu Membahu

HALSEL,N25NEWS.com-Masjid Desa Nang yang masuk dalam sasaran pengerjaan pembangunan Fisik TMMD ke 112 Kodim 1509/Labuha …