Proyek Mangkrak,Bupati Malra Ancam Lapor GM PLN UIW MMU Ke Menteri BUMN

AMBON,N25NEWS.com – Skandalnya proyek APBN yang mangkrak di bumi Kei Besar tepatnya di Desa Rahareng, membuat geram Bupati Maluku Tenggara (Malra) Drs Muhamad Taher Hanubun yang mengancam akan melaporkan General Manager (GM) PT PLN (Persro) Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara (Malut) Romantika Dwi Juni Putra ke Menteri BUMN Erick Thohir.

“Ada beberapa proyek PLN di Malra yang mangkarak hingga saat ini, hasilnya tidak jelas, jadi kita hanya perlu sentuhan sedikit kepada GM PLN UIW MMU agar punya hati nurani sedikit untuk melihat itu, jangan Cuma hanya kerja dibelakang meja tapi tidak pernah lihat kelapangan, jadi saya hanya minta kembali GM PLN punya hati nurani untuk menyelesaikan, kalau sekarang Menteri BUMN  sudah Erick Thohir saya akan lapor beliu,” ancam Bupati Malra kepada awak media usai menghadiri penandatangan MoU dengan KPK  di geduang Islamic Center Waihaong, Rabu(23/10/2019).

Sementara Pemda Malra sendiri telah dua kali memberikan hibah lahan, tapi kenyataan proyeknya tetap tidak berjalan sehingga terkesan menangkrak begitu saja.

Selaku Bupati Malra Hanubun merasa perih atas skandalnya proyek APBN yang mangkrak di bumi Kei Besar yang dipercayakan Negara kepada PLN dengan dana yang cukup fantastik namun telah disia-siakan.

Baca juga :   Pabung Malteng Lepas Anggota Pindah Satuan

“Saat ini yang terjadi proyek PLN tenaga surya sudah seperti bangkai di Desa Rahareng dan menjadi sejarah baru, sehingga perlu dipertanyakan banyak pihak sampai kapan barang tersebut bisa diaktifkan,”ungkap Bupati.

Selaku Bupati Hunubun, lewat Pemda juga sudah dua kali  menyiapkan Lokasi lahan kosong untuk membangun fasilitas Listrik Tenaga surya tapi sampai saat ini belum disentuh sama sekali oleh pihak PLN.

Khusus PLN di Kei Besar Utara Timur sudah lima tahun dan Kei Besar Utara Barat kata Hanubun,  sudah tiga tahun tiang – tiang Listrikpun sudah miring  dan kabelnya sudah jatuh di atas tanah, tanpa ada keperdulian dari PLN.

Untuk itu Hanubun meminta perhatian dari GM PT. PLN UIW MMU dan Direktur Utama (Dirut) PLN Pusat untuk segera turun melihat kodisi aset yang terbengkalai oleh ulah bawahan mereka.

Menurutnya, salah satu faktor angka kemiskinan di Kei Besar dengan persentase 26 persen, salah satu penyebabnya pertama  terjadi karena yang pertama adalah masalah listrik, jalan dan Air bersih.

“Insya Allah, Puji Tuhan bila semua itu terpenuhi maka dengan sendirinya bisa menjawab semua persoalan yang ada di Kei Besar,”harap Hanubun.

Editor : Redaksi

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …