Relationship Tourism,Konsep Pengembangan Pariwisata Di Kota Ambon

AMBON,N25NEWS.com-Kota Ambon memiliki beberapa tempat wisata baik alam, musik tradisional dan kuliner yang begitu menarik yang patut dikunjungi, salah satunya adalah cara pembuatan alat musik Suling Bambu milik Rence Alfons di Dusun Tuni Urimesing Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Adapun, di Dusun Tuni tersebut,juga menawarkan keindahan alam yang masih asri. Wisatawan yang berkunjung bisa sekaligus mempelajari kebudayaan setempat.

Momentum program relationship tourism yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menjadi kesempatan terbaik bagi dusun Tuni, untuk gencar mempromosikan destinasi wisata, salah satunya musik tradisional suling bambu,dimana turis tidak disibukan dengan berbagai macam regulasi seperti daerah lain.

“Bagi saya ide baru
tentang relaitionship bermanfaat bagi kita, dimana turis-turis yang datang ke sini tidak terlalu disibukan,sebab mereka hanya datang melihat cara pembuatan suling bambu,cara bermain suling dan kita juga menampilkan berbagai macam kuliner tradisional,seperti sinoli,nasi bulu dan sebagainya,”kata Rence kepada N25NEWS.com,belum lama ini.

Lebih lanjut menurut Rence Alfons,relationship merupakan program bermartabat,selain sangat efisien pihaknya sama sekali tidak mengeluarkan biaya serta tidak mengharapkan sesuatu dari para turis dengan demikian para turis sangat nyaman.

Karena nyaman itulah, ketika mereka kembali ke negara asalnya mereka bisa menceritakan untuk keluarga,saudar dan teman mereka bahwa di Ambon itu ada relationship tourism yang baru di kembangkan.

“Saya kira ini hal yang baru dan kita butuh kembangkan bersama-sama.Selain itu,program ini tidak banyak makan biaya,sebab turis yang datang tidak kita sibuk untuk menyiapkan tempat bagi mereka itu ada,karena mereka hanya tinggal di kapal (yath) milik mereka saja,”ukarnya.

Adapun,terkait dengan kolaborasi Dusun Tuni sebagai destinasi wisata dengan Pemkot Ambon,hal itu ada dimana Dusun Tuni oleh Pemerintah Kota Ambon telah menetapkan Tuni sebagai salah satu destinasi pariwisata berbasis musik.

Kerjasama atau ide-ide kreatif dari relationship tourism dan Tuni sebagai destinasi berbasis musik ini,masyarakat setempat bisa kolaborasi dan dengan ide-ide yang kreatif sehingga kedepan selalu ada hal yang baru yang dibuat agar supaya ketika turis yang datang ke Ambon ini merasakan ada hal yang beda di Ambon.

“Kita tidak ingin merapkan konsep seperti di Bali,Jawa dan tempat destinasi tujuan wisata lainnya,tapi kita inginkan yang baru atau yang berbeda dari temapt wisata diatas, “tuturnya.

Dikesempatan yang sama Chale Tracy turis yang berkunjung ke Dusun Tuni mengatakan dirinya sangat senang bisa hadir disini (Tuni) sekaligus belajar bermain suling bambu.

“Saya sangat senang bisa datang disini sekaligus belajar bermain musik
suling bambu,saya berharap bisa bermain suling bambu lebih baik dari sebelumnya,”ucap Tracy yang adalah turis yang masih anak-anak ini.

Sementara itu,Founder Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) Nicho Tulalessy mengatakan,kedatangan turis asal Amerika Serikat ini ke Ambon,karena tau Ambon adalah kota musik (Ambon of City Music) dan kebetulan salah satu anak turis Amerika ini juga adalah musisi dan ingin bermusik dengan AUKC.

Oleh karena itu,destinasi musik di Ambon harus mendapatkan support dari pemerintah,baik kota maupun provinsi.Walaupun,disadari saat ini Ambon masih dalam kondisi Pandemi Covid-19,namun justru semua pihak harus berjuang agar pariwisata Maluku tetap maju.

“Untuk itu,pada prinsipnya kita mengelola kearifan lokal budaya kita untuk menjadi bagian terpenting dari promosi pariwisata kita di Maluku,”tandas Tulalessy.

Check Also

Pandemi COVID-19 Lumpuhkan Pariwisata Di Banda Naira

AMBON,N25NEWS.com-Pandemi COVID-19 melumpuhkan pariwisata di Banda Neira.Dimana Pulau Eksotis ini adalah tempat destinasi wisata bagi …