Rencana Disdikbud Launching Program KDOS

AMBON,N25NEWS.com – Untuk memperkecil tingkat penyalah gunaan dana Bantuan  Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku lewat Bidang SMK dalam waktu dekat berencana akan melaunching program Klinik Dana Operasional Sekolah (KDOS).

Program tersebut sekaligus merupakan proyek perubaban yang digagas Kabid Pembinaan SMK Annisa yang sementara mengikuti PIM III yang mengharuskan setiap peserta harus membuat proyek perubahan.

“Kebetulan saya ini lagi ikut diklat PIM III, dari satu bulan itu kita mendapat teori dan dua bulan kita aplikasi lapangan, salah satunya proyek perubahan yang mengharuskan setiap peserta harus memperoleh proyek perubahan dan Beta (Saya) ambil proyek Klinik dana BOS atau KDOS, “ungkap Annisa pada N25NEWS.com, Selasa(15/6).

Alasan dirinya lebih memilih KDOS karena dalam kurun waktu belakang ini, ada sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) yang terjerat hukum dengan persoalan dana BOS. Bahkan menyusul ada SMK yang menjadi pantauan aparat hukum yang juga persoalan dana BOS.

“Satu hal yang cukup miris dari dana BOS, dia bisa menjadi penyelamat dan dia bisa menjadikan orang menjadi sakit, sehingga saya lebib memilih proyek KDOS,”ujarnya.

Karena menurutnya, kalau sejauh ini laporan dana BOS hanya bersifat menerima dari sekolah, setelah itu tanda tangan tanpa mengetahui penggunaan yang sebenarnya. Tapi dengan adanya KDOS semua laporan akan diproses dan ketika tidak ada masalah baru diserahkan untuk ditanda tangan.

“KDOS ini nantinya ada SK dan yang menempatinya itu ada, Inspektorat dan sebagai pendampingan ada pengawas sekolah, sebagai orang yang mengawasi pengelolaan dana BOS dan dari dinas sebagai pembina dari sekolah-sekolah SMK,”terangnya.

KDOS kata Annisa sama halnya dengan klinik kesehatan yang mana setiap orang yang sakit akan diobati sesuai dengan jenis penyakit, sama halnya dengan keberadaan KDOS.

Bahkan KDOS juga bisa dijadikan sebagai wadah konsultasi setiap sekolah dalam penggunaan dana BOS sesuai 12 point penggunaan sehingga setiap laporan dana BOS tidak lagi ditemukan persoalan dan secara otomatis memperkecil tingkat penyalah gunaan dana BOS.

“Nanti sebelum dilaporkan secara online, mereka (sekolah) akan bawa ke kita dulu karena fungsi Inspektoran disini sebagai pendampingan dan kalau sudah sesuai dengan 12 komponen keperuntukan, baru bisa akan dilaporkan,”jelasnya.

Dikatakan, kalau KODS ini juga sudah disosialisasikan ke SMK di 11 kabupaten/kota baik lewat tatap muka dan daring.

Untuk menguatkan program ini, nantinya akan diperkuat dengan Peraturan Gubernur (Pergub), sehingga nantinya program ini tidak hanya membawahi SMK, tapi juga akan mengakomodir SMA dan SLB dibawa naungan Dinas Pendidikan Provinsi.

“Sekarang ini kita lagi komunikasi soal Pergubnya, awalnya ini kan sebagai saya punya proyek saja, tapi nanti Pergub juga akan membawahi SMA dan SLB nantinya,”ucapnya.

tags

Check Also

SMP Negeri 8 Hutumuri Sukses Gelar Ujian Satuan Pendidikan Secara Online

HUTUMURI,N25NEWS.com-Pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan (USP) secara online pada SMP Negeri 8 Hutumuri Kacamatan Leitimur Selatan …