Renta Rego:Komitmen Walikota Ambon Terhadap Program KKBPK Dapat Apresiasi Dari Seluruh Indonesia

AMBON,N25NEWS.COM-Plt Kepala BKKBN Perwakilan  Provinsi Maluku,Dra.Renta Rego di hadapan Walikota Ambon Richard Louhenapessy menyampaikan penghargaan dan ucapan trima kasih dari Kepala BKKBN Pusat atas dukungan Pemerintah Kota Ambon dalam hal Walikota yang telah berkomitmen menyelenggarakan Program KKBPK di Kota Ambon.

Dengan komitmen tersebut berujung pada Kampung KB di Kota Ambon di tetapkan sebagai percontohan Kampung KB Nasional.

Hal ini di sampaikan Plt Kepala BKKBN Provinsi Maluku Renta Rego saat menemui Walikota Ambon Richard Louhenspessy di ruangannya yang di temani Kadis PP dan KB Kota Ambon Ir.Welly Patty ,Kabid ADPIN dan Plt Kabid Dalduk.

Menurutnya,ditetapkannya Kota Ambon sebagai Kampung KB percontohan nasional di karenakan DPPKB  Kota Ambon ketika di berih kesempatan berhasil mempresentasikan keberhasilan Kampung KBnya di Kota Ambon.

“Nah saya yang dipercayakan sebagai pelaksana tugas BKKBN Provinsi Maluku,tentunya berharap adanya kerjasama antara Pemda Maluku dan Pemerintah Kota Ambon melalui OPD KB yang ada untuk mensukseskan program Kampung KB yang Walikota Ambon katakan tadi,”kata Rego kepada awak media di Kantor Walikota Ambon,senin (29/7/2019).

Lebih lanjut Rego mengatakan,Walikota Ambon mempunyai ide yang luar biasa  untuk Kampung KB akan menjadi seperti RT KB,maka BKKBN Maluku berharap ada dukungan dari 11 kabupaten/kota maka sudah barang tentu Kampung KB atau program yang direncanakan dalam keluarga itu akan berkualitas.

“Jadi inovasi-inovasi kita kan tidak kampanyekan 2 anak cukup,tetapi bagaimana supaya kalau yang direncanakan di keluarga itu pasti mudah kalau direncanakan dengan lebih baik,misalnya mermpersiapkan anak untuk mulai sekolah,kemudian bekerja dan ketika dia sudah bekerja baru bisa menikah,”tandas Rego.

Ditempat yang sama Walikota Ambon,Richard Louhenapessy mengatakan,sebetulnya komitmen keluarga dengan mensukseskan Keluarga Berencana ini tidak lain dalam upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,sebab sebuah keluarga yang bertanggung jawab itu kalau suami istrinya dapat memberikan sebuah jaminan masa depan yang betul-betul menjanjikan bagi anak-anaknya.

“Kita tau bahwa tantangan ini sekarang berat sekali,maka melalui program KB ini kita berharap bukan soal kuantitatifnya,bukan soal jumlahnya tapi soal kualitas hidup bagi mereka dan Pemerintah Kota itu komitmen betul dengan program KB ini, karena dia berorentasi kepada peningkatan kualitas dan harkat hidup rakyat dan masyarakat,”kata Louhenapessy.

Jelasnya,ada 16 Kampung KB,mungkin juga pada waktunya program ini mesti lebih diperkecil lagi untuk RT-RT KB,sehingga betul-betul pemerintah bisa mengontrol kaulitas hidup penduduk,aspek pendidikan,kesehatan,gizinya dengan semakin kecil kelompok-kelompok itu dia akan semakin efektif.

“Maka kita akan tahu dimana usia produktif kalau usia produktif itu bisa lewat pendekatan RT KB ini lalu kita juga bisa dorong,sehingga dari awal proses mereka pacaran,kawin,nah itu paling tidak kita sudah bisa membuat program-program pembinaan itu dan yang paling utama,tapi dibalik semuanya menurut saya itu soal komitmen daerah dengan program tersebut,”jelasnya.

Oleh karena itu dengan adanya program ini maka masyarakat harus kreatif antara lain dengan partisipasi masyarakat itu yang paling utama dalam memberdayakan kampung-kampung KB ini dengan cara swakelola potensi lingkungan,sehingga dia bisa menghasilkan sesuatu yang berdampak posetif.

“Kalau misalnya pemerintah punya dana yang cukup,maka kita bisa intervensi,tapi tidak berarti bahwa kita menutup mata dari pada pihak-pihak ketiga tidak,sebab semakin banyak orang meberikan perhatian maka ini sangat posetif buat kita,”tandas dia.

Sementara itu dikesempatan yang sama juga Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon,Welly Patty lebih banyak meyoroti mengenai prodak-prodak unggulan baik di desa maupun pada kelurahan yang ada di Kota Ambon.
Prodak-prodak unggulan tersebut seperti Toga di desa Waiheru,Kecamatan Baguala,tanaman hidropolik di Kelurahan Benteng,ada juga Kelurahan Kudamati dengan produk uggulannya seperti PPKS,Tenun,serta alat daur ulang samapah,serta di Tanah Putih dengan produk unggukannya yakni Kebun Jeruk.

“Kami bersyukur bahwa di 5 Kecamatan ini mereka punya produk-produk unggulan itu ada untuk mendukung masyarakat yang ada disana.Dan kami berharap juga dengan adanya partisipasi dari masyarakat ini bisa meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat di Kampung KB,”kata Welly Patty.

Dengan mengusung program yang terkenal dengan nama 3 A maka berbagai inovasi yang telah dibuat sehingga mendapat dukungan dari Walikota Ambon.Ketiga Program itu adalah Advokasi,Alkes dan Anggaran.

“Advokasi kami pertama kepada agen perubahan dimana kami merobah mainset masyarakat disana supaya kita bisa bermitra pun juga dengan pemerintah,Kota untuk yang tadi kita kerjasama dengan lintas sekrtor baik TNI/Polri maupun OPD,kemudian akses layanan kami memastikan bahwa semua pelayanan yang dilakukan dikampung KB adalah bidan-bidan yang sudah ter sertifikasi,”jelasnya.

Demikian juga Kita juga dana ADD APBD Desa banyak seperdua anggaran itu mereka peruntukan untuk program KKBPK di kampung KB sehingga itu yang membuat pihaknya mendapat kepercayaan untuk mempresentasikan program ini di pusat.

“Saya sendiri yang menyampaikan materi di BKKBN RI dan bersyukur ibu Renta Rego mendukung dan bisa menjadi percontohan di Provinsi Maluku dan seluruh Indonesia,”tandasnya.

Repoter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

Check Also

Danrem 151/Binaiya,Kasus Covid-19 Di Maluku Terjadi Penurunan

AMBON,N25NEWS.com-Dandrem 151/Bianaiya Brigadir Jenderal Aristoteles Paplapna Ritiauw yang adalah Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi …