Sidak Takjil, BPOM Ambon Tak Temui Bahan Berbahaya

“Sebanyak 12 Sampel Takjilan sebagai menu berbuka puasa awal untuk tahap pertama telah di uji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Ambon di tiga titik wilayah. Terhadap Hasil uji dengan repiteskip membuktikan ke-12 sampel tersebut tak ditemukan mengandung bahan berbahaya namun soal segi higenisanitasi masih perlu di edukasi”

AMBON,N25NEWS.COM – Selama pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan 1439 H/2018 aktifitas berjualan berbagai jenis makanan dan minuman (Takjilan) untuk berbuka puasa semakin memadai.

Terkait hal itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambon melakukan sidak di beberapa titik diantaranya Wilayah Air Salobar, Waihaong serta pusat peribadatan Masjid Al-Fatah.

Dari hasil sidak yang dilakukan oleh tim, Senin (21/05) lalu tidak ditemukannya makanan jajanan khas Ramadhan (takjil) yang menggunakan bahan berbahaya dan terlarang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPOM Ambon, Hariani saat di konfirmasi awak media, Selasa (22/05/18).

“Jadi, Total samplingnya sebanyak 12 sampel yang di duga mengandung prodamin B jumlahnya sembilan ketika diuji dengan Repiteskip hasilnya negatif. Sehingga untuk kandungan Prodamin B nya aman,” pungkasnya.

Selain itu, takjil di duga boraks sebanyak satu sampel serta Metaminilow sebanyak dua sample hasilnya juga negatif.

“Kita bersyukur dari ketiga titik kita sampling semuanya tidak mengandung bahan berbahaya. Hanya memang satu minggu sebelum bulan Ramadhan kita sudah kita melakukan edukasi ke yang membuat pangan takjil kita juga sudah mengarahkan bagaimana menggunakan bahan-bahan pewarna pemanis serta menjaga higiniesitasi,” ucap Hariani.

BPOM Ambon juga menghimbau agar menghidangkan makanan tersebut dalam keadaan tertutup, namun sampai saat ini semua lihat masih ada juga yang makanannya terbuka  malah di pinggir jalan.

“Mungkin kedepan kita akan lebih intens lakukan edukasi kembali. Kedepan nanti bertahap kita akan melanjutkan Sidak di Ambon pada beberapa titik lagi antaranya di Ponegoro, waiheru, poka di kebun cengkeh juga beberapa titik lainnya,” tambahnya.

Menutupnya, BPOM Ambon juga menghimbau kepada konsumen yang membeli juga beli lah yang makanannya tertutup. Kesadaran dari konsumen adalah hal utama.

Kalau berbahaya tidak tapi dari segi higienis nya itu tak baik,” tutupnya.

Check Also

Disuntik Vaksin Kedua, Wagub Maluku Pastikan Tidak Ada Efek Negatif

AMBON,N25NEWS.com-Wakil Gubernur Maluku Barnabas Nathanel Orno menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua di lantai IV …