SKK Migas Impex Gelar Pelatihan Dan Bimbingan UKW Bagi Wartawan KKT

SAUMLAKI,N25NEWS.COM-Seluruh wartawan wartawati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) mengikuti pelatihan dan bimbingan tentang Uji Kompetensi Wartawan (UKT) yang digelar SKK Migas-Impex,yang dipusatkan di Gedung Balai Pembinaan Umat Sejahtera Saumlaki,beberapa waktu lalu.

Pembukaan kegiatan pelatihan dan bimbingan tentang UKW dihadiri pimpinan OPD,SKK Migas-Impex,perwakilan Dewan Pers dan Staf Ahli Bidang Pembangunan dan SDM Elvis Watumlawar yang mewakili Bupati KKT yang membuka kegiatan tersebut.

“Kami Pemda KT berhadap para wartawan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan dapat saling bekerja sama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya terhadap pelayanan informasi kepada masyarakat dan instansi lainnya,”kata Elvis Watumlawar.
Adapun pelatihan dan bimbingan tentang UKW ini berlangsung selama sehari,dengan menghadirkan 3 widyaswara yakni dari LPDS dan majalah Tempo.

Selain itu,materi yang dibawakan LPDS dan Majalah Tempo seputar seputar tugas dan tanggungjawa,peran wartawan,serta peran wartawan dalam melakukan tugas peliputan,wartawan perlu memahami dan menguasai UU Pers Nomor 40 tahun 199,serta kode etik jurnalistik.

Kemudian sejumlah materi pelatihan dan bimbingan yang diberikan kepada wartawan yang yakni kode etik jurnalistik,uandang-undang pers,pengenalan UKW,serta peliputan penulisan berbasis fakta dan data.

“Yang perlu diketahui wartawan dan perusahan pers untuk memperhatikan kepentingan publik dan bukan kepentingan pemilik perusahan,dimana temuan sangat banyak ditemui dilapangan terkait tugas-tugas wartawan,”tutur Watumlawar.

Selain itu juga,Hendarayana sebagai pembicara dari LPDS mengatakan banyak media yang digugat,dilaporkan,karena beritanya tidak memenuhi standart,maka sudah barang tentu pentingnya kode etik jurnalistik dan UU Pers,maka media online beda dengan pers,karena pers dilindungi oleh UU Pers,jadi yang paling prinsipil adalah wartawan sebagai profesi khusus dan mempunyai hasil karya jurnalistik.

Baca juga :   Jemaat Imanuel Amahusu,Gelar Diskusi Pencegahan Radikalisme Dan Sadar Konstitusi Berbasis Komunitas

Pada kesempatan Pada kesempatan yang sama pembicara lainnya dari Lembaga Pers Dr.Soetomo,Priyambodo yang membawakan materi seputar pengenalan UKW mengatakan bahwa,sejumlah tokoh-tokoh nasional adalah bekas wartawan,seperti Soekarno Presiden RI I,Mohammad Hatta,maka pentingnya seorang wartawan itu mengikuti UKW agar bisa mewawancarai narasumber,tetapi narasumber bisa tidak wajib melayani karena narasumber mempertimbangkan tentang UKW wartawan.

Kegiatan pelatihan dan bimbingan UKW ini dibagi dalam tiga sesi,pembaca pertama dan kedua pembicara dari LPDS mengisi masing-masing sesi,untuk sesi terakhir atau ketiga diisi oleh pembicara dari Majalah Tempo Yosep Prayogi yang adalah wartawan senior dan telah banyak berpengalaman dibidang jurnalistik dengan membawa materi peliputan dan penulisan berbasis fakta dan data.

“Wartawan dalam melakukan peliputan perlu menerapkan 5 W1 H,karena ini menjadi dasar membuat berita dan perlunya menentukan angel untuk mentukan apakah berita itu punya nilai atau tidak,serta penting dan menarik,juga berbagai persoalan yang pernah dialaminya bersama majalah Tempo,”ungkap Yosep Prayogi.
Kegiatan pelatihan dan bimbingan tentang UKW ini berakhir pada malam hari dan ditutup secara resmi oleh Kepala Kominfo KKT,Yongky Souisa.Wartawan sebagai peserta pelatihan setelah mengikuti kegiatan tersebut akan mendapat sertifikat sebagai acuan untuk mengikuti UKW wartawan.

Reporter : Jams Masela/Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

Check Also

Genjot Pembangunan Pondasi Mesjid Desa Nang,Satgas Pra TMMD Dan Warga Bahu Membahu

HALSEL,N25NEWS.com-Masjid Desa Nang yang masuk dalam sasaran pengerjaan pembangunan Fisik TMMD ke 112 Kodim 1509/Labuha …