“Sondir” Kunci Dibalik Kasus Tender Asrama Haji

AMBON,N25NEWS.com – Laporan tender perancangan revitalisasi asrama haji Waiheru milik Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara  (SBSN) 2020 sebesar Rp 2 miliar, kini masuk dalam babak penyelidikan, bahkan tim Pokja dan Kabid PHU selaku Pejabat Pengambil Kebijakan (PPK) Hi Yamin dikabarkan sudah menjalin pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Maluku.

Sebagai pelapor PT Genta Prima Pertiwi KSO CV Kinami akan memasukan “Sondir” sebagai laporan tambahan sekaligus kunci untuk mematahkan pergerakan pihak Kanwil Kemenang dalam hal pembelaan diri.

Untuk diketahui, Sondir merupakan kegiatan pengujian kelayakan tanah sebelum proyek dikerjakan dan Sondiri baru bisa dilakukan setelah ada penetapan pemenang tender.

Ironis yang terjadi, Sondir sudah dilakukan pada empat titik lokasi, tepatnya diseputaran aula asrama haji Waiheru.

Namun sebelumnya laporan didasari adanya dugaan konsipirasi antara PPK dan Kanwil Kemenag Maluku selaku Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA) yang secara sepihak membatalkan hasil Pokja sesuai Berita Acara Hasil Pemenang (BAHP) yang dimenangkan pihak PT Genta Prima Pertiwi KSO CV Kinami.

Kepada media ini, Kamis(1/7) Saiful Tutupoho, selaku kepala Cabang PT Genta Prima Pertiwi Ambon, mengatakan secata aturan pembatalan memang menjadi kewenangan PPK. Namun pembatalan harus sesuai dengan alasan yang tepat dan harus memanggil pihak pemenang untuk dilakukan evaluasi.

Tapi hal itu sama sekali tidak dilakukan PPK, sebaliknya PPK mengambil langka untuk melakukan evaluasi kepada semua peserta lelang dan hasilnya dimenangkan oleh, PT Parahyangan Putra Cemerlang dari Bandung.

Menurutnya, dugaan adanya konsipirasi, selain menyalahi proseder pelelangan, proses juga berlangsung kurang empat bulan, sehingga terkesan ada unsur kesengjaan dalam penetapan hasil tendernya.

Anehnya lagi saat hendak melakukan laporan sanggahan lewat online, kunci pasword dikunci secara permanan, pada hal masih cukup waktu yang lama, sehingga terpaksa sangahan dilakukan secara manual dan diterima Pokja.

“Iya sudah ada pemanggilan dan pemeriksan Pokja dan Hi Yamin selaku PPK oleh, penyidik Dit Reskrimsus Polda Maluku di Mangga Dua, tapi Sondir akan jadikan sebagai senjata pamungkas untuk mengalahkan mereka dalam kasus tersebut,”akuinya.(**)

tags

Check Also

Tim Gabungan BNNP Maluku Berhasil Gagalkan Penyeludupan 200 Gram Sabu

AMBON,N25NEWS.com-Dalam kurun dua bulan terakhir (September-Oktober) tim gabungan BNNP Maluku,Dirjen Bea Cukai Provinsi Maluku,Polda Maluku …