Syauta,Peringatan HLH Berikan Pesan Kelestarian Ekosistem Sangat Penting Bagi Semua Generasi

AMBON,N25NEWS.com-Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku,Roy Syauta meminta agar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirayakan setiap 5 Juni diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka.Namun,peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini dengan tema Restorasi Ekosistem memberikan pesan bahwa kelestarian ekosistem sangat penting untuk semua generasi.

Menurutnya,Hari Lingkungan Hidup diperingati setiap 5 Juni diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka. Masyarakat harus dilibatkan dalam upaya merestorasi lingkungan.

Dikatakannya,pembangunan infrastruktur di berbagai daerah Indonesia dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun, tingkat pembangunan yang tinggi, ibarat sebuah pedang bermata dua.Apalagi jika pembangunan tersebut tidak mengindahkan ekosistem lingkungan hidup.

Hal tersebut menjadi sebuah elegi tersendiri di tengah megahnya pembangunan dan sekaratnya kondisi lingkungan Indonesia.

“Jika kita hanya sibuk membangun tanpa menjaga kelesetarian lingkungan, bencana banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, perubahan iklim drastis, krisis keanekaragaman hayati, polusi dan sebagainya akan terus menghantui,” kata Roy kepada awak media Kamis (9/6).

Roy menjelaskan lagi,menjaga kelestarian hidup adalah tugas bersama dan dibutuhkan ketegasan dari pemerintah atau pihak yang terlibat langsung.Memang insvestasi terhadap lingkungan hidup tidak instan, butuh waktu yang lama, apalagi jika ingin melakukan restorasi lingkungan.

Hingga saat ini, Roy menilai kebijakan restorasi di Indonesia masih belum jelas dan seperti tidak tegas, karena mayoritas hanya menerjemahkan sebagai penghijauan hutan belaka.Padahal lebih dari itu. Adapun yang diatur adalah rehabilitasi, penghijauan, dan reforestasi atau penghutanan kembali.

Baca juga :   BAPERA Berkomitmen Dorong Pembangunan Dan Ekonomi Maluku

“Restorasi kelestarian lingkungan hidup ala pemerintah Indonesia perlu dibenahi,karena saat ini masih belum jelas dan terkesan ambigu. Pemerintah Indonesia perlu tergas, karena restorasi tidak hanya berbicara penghijauan hutan saja,” ujarnya.

Roy menyatakan restorasi lingkungan yang dicita-citakan oleh pemerintah Indonesia, tidak akan tercapai tanpa adanya keikutsertaan dari lapisan masyarakat, sehingga pemerintah sangat perlu melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaannya.

“Saya pikir isu lingkungan hidup bukan hanya masalah satu atau dua tahun ke depan, namun diperlukan persiapan dan perencanaan yang matang, karena membutuhkan waktu yang jika ingin melakukan restorasi lingkungan yang mengacu pada Sustainable Developmnet, untuk itu mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya menjadi hal ceremonial dan insidental saja,”pungkasnya.

Selain itu,perlu juga diberikan edukasi kepada masyarakat tetang pentingnya kesadaran untuk melaksanakan pengelolaan sampah perlindungan lingkungan termasuk sumber-sumber.

“Untuk saya berharap teman-teman pers juga mendukung kita.Lebih dari pada itu,bahwa kedepan Maluku tetap lestari,Maluku tetap terjaga dalam rangka memberikan warisan lingkungan hidup yang baik dan sehat kepada semua generasi,”tandas Roy.

Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi

Check Also

Dua Tahun Berdiri Yayasan Pelangi Maluku  berkomitmen Klinik Ini Dapat Diakses Berbagai Komunitas

AMBON,N25NEWS.com-Yayasan Pelangi Maluku (YPM) mendirikan klinik komunitas Candela yang sudah di berjalan selama dua tahun,dimana …