Tak Terima Perlakuan Kadis,Anak Hukum Adat “Ricuh” Di Kantor Pariwisata Buru

NAMLEA,N25NEWS.com – Sejumlah Aktivis yang tergabung dalam Aliansi anak Hukum Adat Bupolo dan Aliansi Pemuda Peduli Republik Indonesia (PMPRI) mendatangi kantor Dinas Pariwisata. Kedatangan aktivis guna melakukan unjuk rasa didepan kantor Pariwisata Kabupaten Buru, Rabu kemarin,

Dalam orasi mereka menyampaikan, kalau program pemerintah daerah terkait RANA Menyapa Dunia hanya merugikan Masyarakat Adat setempat karena tempat Danau Rana masih sakral menurut kepercayaan 24 marga yang mendiami Pulau Buru.

“Intinya kami sebagai anak adat menolak dengan tegas program pemerintah daerah, disektor pariwisata yang menyebutkan RANA Menyapa DUNIA.

Setelah melakukan orasi didepan gerbang kantor Dinas Pariwisata, masa dihadang pihak kepolisian. Namun tidak bertahan lama masa di perbolehkan masuk di depan kantor pariwisata untuk melanjutkan aspirasi mereka.

Aksipun berlangsung didepan kantor Pariwisata, Sayangnya Aksi mereka tidak bertahan lama diakibatkan masa tidak menerima dengan penjelasan Kadis Pariwisata, situasi pun Memanas. masa kembali dihadang pihak kemanan (polisi) mereka yang tak merasa puas dengan hadangan polisi situasi berubah menjadi “Ricuh,, antara pihak kepolisian dan pengunjuk rasa. Beberpa menit kemudian suasana kembali redah.

Mereka juga mendatangi kantor Bupati Buru. Namun Bupati Buru Ramli Ibarahim Umasugi tidak berada ditempat, Aksi mereka berlanjut ke kantor DPRD Buru. Saat sampai dikantor DPRD. sejumlah demonstran ini tidak ditemui anggota DPRD menurut salah satu staf kantor yang engan memberitahu namanya disebut, kepada media ini mengatakan. ” saat ini DPRD semua sedang berada diluar kota.

Masa aksi yang mengatahui semua Anggota DPRD masih berdada di luar kota, langsung melakukan sasi ( palang ) adat dengan mengikat kain Lestari sebagai bentuk pelarangan adat masa kemudian kembali.

Kordinator Aksi Helmi Lesbasa, kepada wartawan menegaskan, kalau pemerintah tidak mengindahkan poin poin tuntutan pihaknya, Maka akan kembali dengan masa yang begitu besar untuk aksi lanjutan

” Intinya kami menolak Distinasi Pariwisata Danau Rana Menyapa Dunia dan Menghapus Seluruh Apluoad Video Promosi Danau Rana Menyapa Dunia di Yotube,”Harap Lesbassa kepada Pemerintah Kabupaten Buru.

Reporter :Kiswan

Editor : Redaksi

Check Also

Kajari Namlea Terus Melakukan Revolusi Mental Keagamaan Anak Anak Panti Asuhan Huke Ina

NAMLEA,N25NEWS.com –  Menjelang Bulan Suci Ramadhan Majelis Taklim Fatimah mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan Huke …