Tambang Rakyat Kusubibi Ditutup Pemerintah,Bupati Halsel Diminta Adil Dan Berpihak Ke Rakyat

HALSEL,N25NEWS.com-Keputusan pemerintah dalam hal ini Bupati untuk menutup tambang rakyat di desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara,memberi dampak negatif bagi perekonomian masyarakat Kusubibi,pasalnya tambang tersebut telah menjadi penghasilan utama masyarakat Kusubibi.

“Kami yang terhimpun dalam Aspirasi Perjuangan Rakyat (ASPIRA) membawa keluhan masyarakat terkait dengan penutupan tambang rakyat Kusubibi,”ungkap Korlap aksi demo,Asrap Muhamad kepada wartawan belum lama ini.

Menurutnya,masyarakat desa Kusubibi sangat kecewa bagi mereka tambang tersebut adalah satu-satunya sumber mata pencarian mereka untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sekaligus untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka dari SD sampai bangku perkuliahan yang biaya cukup mahal.

“Akibatnya,pendidikan anak-anak kami di desa Kusubibi terancam,jadi mereka yang kesulitan studi,ada yang tidak bisa bayar sekolah dan kuliah,”kata Asrap yang adalah mahasiswa IAIN Ambon ini.

Lebih lanjut Asrap menuturkan,keputusan Bupati untuk diperparah dengan dikeluarkannya sekitar empat ribu lebih pekerja tambang dan seluruh pengusaha-pengusaha tromol pada lokasi penambangan,bahkan instruksi bupati agar sama sekali tidak ada lagi aktivitas penambangan di desa Kusubibi.

“Kami merasa heran dengan kebijakan bupati,soalnya pemerintah tidak pernah Mensosialisasikan masalah ini kepada masyarakat.Namun,katanya file projeknya sudah ada pada pemerintah desa dan telah disetujui bupati,ironisnya bupati tidak pernah mengeluarkan file projek tersebut,”ujarnya.

Untuk itu,kata Asrap konsorsium sangat dibutuhkan pada bidang koperasi di Desa Kusubibi dan masyarakat juga pertanyakan peran Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia / APRI yang selama ini memberikan harapan dalam pengurusan IPR.

“Kalau tidak ada konsorsium ini akan ada keributan,karena itu kami menuntut dan meminta kejelasan beberapa poin berkut ini,
1.Jangan menyengsarakan kami.Segera terbitkan izin IPR dan WPR tentang Kusubibi.
2.Cabut instruksi penutupan Tambang Rakyat desa Kusubibi.
3.Tuntaskan semua tuntutan masyarakat tentang pertambangan di bumi Saruma.
4.Kembalikan status kepala-kepala desa yang diberhentikan oleh pemerintah di wilayah administrasi Kabupaten Halmahera Selatan,” tandas Asrap.

Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

Empat Tahun Pembangunan Gedung Gereja Maranatha Jemaat Talo,Akhirnya Diresmikan

TALIABU,N25NEWS.com – Gedung Gereja Maranatha di desa Telo Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Taliabu Provinsi Maluku …