Tanalepy,Jangan Bicara Keadilan Kalau Tarif Telekomunikasi Antar Wilayah Masih Berbedah

AMBON,N25NEWS.com-Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku,Eltin Tanalepy mengatakan,janganlah berbicara keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia kalau tarif telekomunikasi antar wilayah masih berbedah.
Hal itu dikatakan Eltin pada acara Diskusi Edukasi Telekomunikasi via daring yang dilaksanakan Dewan Pengurus Pusat Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK),yang dipimpin Sirajuddin Abdul Wahab danPaul Hutajulu,dengan tema besarnya “Akses Telekomunikasi Berkeadilan di Seluruh Wilayah Indonesia”.

Adapun,pada acara diskusi itu,BMK menghadirkan lima orang narazumber,yakni : Dave Laksono,Komisi I DPR RI,I Ketut Prihadi Kresna Mukti,yang adalah anggota Badan Regulasi Kelembagaan Telkom Indonesia (BRTI),Drs.Nurul Yani Setyabudi,koordinator kerjasama dan Kelembagaan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN),Al Akbar Rahmadillah,Founder Cyber Indonesia dan Eltin Tanalepy keterwakilan dari wilayah Indonesia Timur Pelaksana Tugas BMK 1957 provinsi Maluku.
Selain itu,webinar yang berlangsung membahas berbagai kebijakan dan regulasi,serta polimik pelayanan jasa telekomunikasi yang ada di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Eltin,yang mewakili suara Indonesia Timur yang didominasi oleh pengguna jasa telekomunikasi,ia menyampaikan berbagai persoalan dan kebijakan terkait jasa telekomunikasi yang ada di wilayah ini.Salah satunya adalah mahalnya tarif penggunaan jasa pelayanan operator telkomsel.

“Kenyataan yang kita hadapi,hal ini sangat meresahkan berbagai elemen yang ada di kawasan Timur Indonesia,baik itu pelaku ekonomi,lembaga sosial,dunia pendidikan,maupun instansi kesehatan,”ujar Tanalepy.

Selain itu,mahalnya tarif penggunaan layanan telkomsel yang dibayar tidak sebanding dengan kepuasan yang seharusnya didapat oleh konsumen.Perbedaan tarif antara pengguna lainnya dalam wilayah ini sangat menonjol.

“Contoh sederhana yang bisa saya sampaikan,misalnya dalam ruang kerja saya,tarif kuota internetan dari operator telkomsel ataupun sms dan telepon antara satu pengguna dengan pengguna lainnya berbeda.Dimana untuk paket internet ada 75 ribu per bulan 15 GB,121 ribu per bulan 14 GB 82 ribu per bulan 15 GB.Parahnya lagi saat kita akan melakukan transaksi transfer pulsa biaya yang harus dibayar antara Rp.1800-2500,”ungkapnya.

Adapun,kondisi ini sangat berbeda dengan tarif jasa layanan telekomunikasi telkom di wilayah Indonesia lainnya.Selain itu,minimnya keberadaan provider lain di wilayah Indonesia Timur,diperkirakan menjadi salah satu tingginya tarif layanan telkom,layanan operator telkomsel ditambah pula,apabila ada beberapa provider telekomunikasi lainnya,itu akan jauh lebih baik masyarakat miliki beberapa pilihan layanan operator dan tentu tarifnya pasti tidak semahal seperti ini.

“Kita di Indonesia Timur,ada daerah yang jauh dari pusat ibukota juga mengalami gangguan jaringan selular maupun internet.Hal ini tentu menyulitkan berbagai komunikasi,koordinasi terkait keberlangsungan hidup.masyarakat,maka sudah barang tentu perlu ada perhatian khusus dari pemerintah dan seluruh penyelenggara pelayanan telekomunikasi,”jelas Tanalepy.

Ditambahkannya pula,dalam masa pandemi Covid-19 ini,hampir seluruh aktivitas masyarakat mapupun perkantoran yang berbasis online,jika dipersoalkan,maka persoalan seperti yang terurai diatas tidak segera dikoordinasikan oleh pemerintah dan penyedia layanan telekomunikasi untuk ditindaklanjuti,maka besar kemungkinan akan ada perlambatan pembangunan dimasa pandemi dan pasca pandemi.

“Untuk itu,jangan kita bicara keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,jika sampai hari ini masih terjadi ketimpangan layanan telekomunikasi di wilayah Indonesia Timur,”tandas Tanalepy.

Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

299 Tamtama Remaja Resmi Dilantik Di Rindam Pattimura

AMBON,N25NEWS.com-Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M., yang diwakilkan oleh Kasdam XVI/ Pattimura, …