Terbatasnya Jumlah Tenaga Penyuluh KB Di Maluku,Sarles Brabar : Kita Pakai Sistem Keroyokan

AMBON,N25NEWS.com-Apa yang dikerjakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dinilai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku,Sarles Brabar SE. M. si.,sangat strategis bagi masa depan daerah Maluku,bangsa dan negara karena keluarga adalah tiang Negara.

“Jika keluarga berkualitas maka Maluku dan Indonesia akan berkualitas dan sejahtera,” kata Sarles Brabar kepada awak media di Ambon,Senin (2/8/2021).

Dijelaskan Sarles strategi yang dilakukan BKKBN yakni SKPD pada kabupaten/kota di back up dengan Dana Alokasi Khusus (DAK),dimana BOKBnya cukup besar,yakni setiap tahun minimal satu instansi menerima 4 milyar,paling rendah 2 milyar.

“Kita masih kekurangan tenaga,olehnya kita gunakan sistem keroyokan yakni dengan bermitra dengan semua pihak untuk perkuat tenaga-tenaga penyuluhan melalui strategi secara virtual,”ujar Sarles.

Menurutnya,sistem keroyokan ini memang yang dibutuhkan saat ini yang ada dilapangan, operasional dan langsung bisa menyentuh masyarakat sehingga bisa bekerja melakukan pembinaan penyuluhan pelayanan KB ditengah masyarakat.Mewujudkan keluarga berkualitas,bahagia, dan sejahtera.

Selain itu,kata Sarles SDM seperti Bidan,penyuluh lapangan KB dan juga kepala-kepala OPD akan di berikan pelatihan,agar dalam satu tahun sistem keroyokan ini programnya sudah berjalan.

Baca juga :   Jemaat Imanuel Amahusu,Gelar Diskusi Pencegahan Radikalisme Dan Sadar Konstitusi Berbasis Komunitas

“Strategi keroyokan yang kami gunakan juga untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan karena kelompok sasaran binaan utamanya adalah generasi muda, keluarga muda yang lebih berkarakter digital aktif di media sosial oleh karena itu metode komunikasi BKKBN juga harus berubah berkarakter kekinian, penyampaian informasi gunakan media-media yang kekinian sehingga pesan bisa tersampaikan ke sasaran,” tegasnya.

Selanjutnya,Sarles Brabar menyampaikan, sosialisasi yang dilakukan bukan hanya perihal jumlah anak, jarak antar kelahiran sangat penting dan yang tidak kalah penting adalah membangun ketahanan keluarga secara utuh dalam berbagi bidang seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan anak. dan kebahagian keluarga, gizi, kualitas sanitasi, lingkungan.

“Jadi pendekatan-pendekatan terutama melalui virtual atau media dan pendekatan melalui by tlpn dan pendekatan internal harus dibangun.Namun,Sarles juga mengakui bahwa pihaknya tidak bisa mengintervensi kabupaten/kota,sebab kabupaten memiliki otonomisasi.

“Untuk itu,kalau seperti dulu sistemnya masih fertikal saya memiliki kuasa untuk memberikan sangsi,tetapi sekarang kabupaten punya otonomi sendiri yang berada dibawa bupati,maka kita bangun koordinasi pendekatan familiar kekeluargaan supaya kita bisa sama-sama bertanggung jawab,”tandas Sarles.

Editor : Aris Wuarbanaran

Check Also

Genjot Pembangunan Pondasi Mesjid Desa Nang,Satgas Pra TMMD Dan Warga Bahu Membahu

HALSEL,N25NEWS.com-Masjid Desa Nang yang masuk dalam sasaran pengerjaan pembangunan Fisik TMMD ke 112 Kodim 1509/Labuha …