Tujuh ABK KM. Sabuk Nusantara 43 Di Pecat

AMBON,N25NEWS.COM – Berdasarkan kebijakan melalui surat mutasi turun dan mutasi naik, yang dilayangkan Direksi Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum tertanggal 01 Maret 2018, akhirnya menetapkan pemberhentian/pemecatan ke tujuh anak buah kapal (ABK) pada Kapal KM Sabuk Nusantara 43 pada PT.Pelni Kota Ambon.

Disayangkan, ke tujuh ABK tersebut telah mengabdikan sekian tahun pada kapal tersebut pada posisi mualim I, mualim II, masinis I serta Masinis II.

Alhasil pemecatan itulah, kini menimbulkan konflik dalam sebuah orasi singkat massa beberapa waktu lalu, (22/03) tepatnya pada halaman Kantor Gubernur Maluku.

Menurut Koordinator Lapangan, Hamet Latuconsina dikatakan bahwa dasar hukum ke tujuh orang ABK KM Sabuk Nusantara 43 tersebut bekerja adalah perjanjian kerja Laut antara PT.Pelayaran Indonesia sebagai pihak I dengan seorang waraga Negara Indonesia sebagai pihak II.

“Dimana PT Pelni diwakili oleh Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Ambon,Capt.Holder M.Silaban,S.Sos.,M.Mar dan Kepala PT.Pelni Ambon Hambali.oleh karena itu secara hukum perjanjian tersebut berlaku sebagai UU (Fakta Sunservanda) bagi pihak yang mengikat dalam perjanjian dimaksud,” pungkasnya.

Baca juga :   Lima Kawasan Yang Strategis Di Kota Ambon,Tarif Parkirannya  Mengalami Kenaikan

Diakuinya bahwa “surat mutasi yang dikeluarkan oleh PT. Pelni untuk ke 7 ABK tersebut cacat hukum karena didalam isi perjanjian kerja laut tidak mengenal  istilah mitasi ABK,bahwa mekanisme pemutusan hubungan kerha (PHK) terhadap ABK sudah diatur dalam ketentuan isi perjanjian kerja laut pasal 9 artinya harus memiliki dasar hukum yang jelas,”ungkapnya.

Di kesempatan yang sama salah seorang pendemo mengatakan bahwa kebijakan tersebut dinilai sangat janggal krena bertepatan dengan kenaikan gajidan ini dinilai sangat sarat dengan KKN dan Rasis “masakan semua hal ini di koordinir oleh orang – orang jawa sedangkan yang di berhentikan hanya orang – orang Ambon. ini merupakan Diskriminasi terhadap Putra Daerah Maluku,”sesalnya. (Aris.Wuarbanaran)

 

Check Also

Lomba Mural Dinilai Efektif Ajak Masyarakat Cinta Lingkungan

AMBON,N25NEWS.com-Wakil Walikota (Wawali), Syarif Hadler saat membuka kegiatan lomba mengatakan, Mural merupakan salah satu cara …