Tulehu Gunakan DD Tangani Warga Karantina

TULEHU,N25NEWS.com – Pemerintah Negeri (Perneg) Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) bentuk rumah singah, menangani warga pendatang yang dikarantina dengan menggunakan Dana Desa (DD).

Penggunaan DD berdasarkan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang meminta seluruh pemerintah daerah untuk ikut menangani penyebaran Covid-19 bisa memanfaatkan DD.

“Ini rumah isolasi, sekarang katong ganti dengan rumah singgah dibentuk dimasing-masing desa sesuai hasil rapat di Kecamatan, sehingga setiap desa harus membentuk satu rumah singgah yang ditengani langsung oleh tim relawan desa yang diketuai oleh raja atau pejabat negeri,”tandas pejabat Negeri Tulehu Rais Hasan Lestaluhu, pada N25NEWS.com saat meninjau rumah singgah yang menggunakan SD Negeri 10 dan 4 Tulehu, Senin 13 April 2020.

Dikatakan, sebelum terbentuk rumah singgah lewat bantuan tim relawan, melakukan penyemprotan tahap pertama selama 12 hari dengan cara door to door ke rumah warga untuk 15 dusun yang ada di Tulehu. Hal yang sama juga nantinya akan dilanjutkan untuk tahap kedua.

Bukan hanya penyemprotan, tim relawan juga akan melakukan tes suhu badan bagi semua warga Tulehu yang terbagi dalam enam zona titik kegiatan.

“Kita punya kegiatan bukan hanya di rumah singgah saja, tapi juga lebih menyentuh kepada masyarakat di rumah masing-masing yang semuanya menggunakan DD untuk semua kegiatan pencegahan Covid-19,”ujarnya.

Dimana dalam penggunaan DD sesuai arahan Kemendes PDTT yang pemberdayaan itu dkhususnya untuk penanganan Covid-19 atau bencana alam yang disesuaikan dengan Rencana Anggaran Belanja Desa (RABD) yang dibutuhkan dalam penanganan tersebut.

Secara transfaran Lestaluhu menjelaskan, DD yang sudah dipergunakan untuk mendukung rumah singgah antara lain, tempat tidur atau spring bread, selimut, kais sarung dan berbagai fasilitas pendukung lain yang berada dimasing-masing ruang, termasuk honor tim relawan yang bertugas di posko rumah singga.

“jadi sarana prasarana di rumah singgah semuannya menggunakan DD, intinya dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 semuanya menggunakan DD,”akuinya.

Sementara, kondisi rumah singgah sudah ditempat 16 orang pelaku perjalan yang sementara, dilakukan karantina selama 14 hari dan semua biaya makan dan minum juga menggunakan DD.

Rata-rata yang menempati rumah singgah merupakan warga Tulehu yang baru datang dari Jakarta, Surabaya, Makasar dan Bau-bau. Bahkan ada dari meraka yang berstatus mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah oneline, sehingga Perneg dalam waktu dekat juga akan berkoordinasi dengan pihak Telkomsel untuk pemasangan jaringan WiFi di rumah singgah.

“Disini emang tidak ada keluhan, hanya karena ada mahasiswa yang mereka punya tugas yang sistimnya oneline, sehingga disni kewalahannya jaringan internet, tapi hari ini tetap tim akan bergerak ke Tolkomsel untuk mengajukan pemasangan WiFi agar mahasiswa yang ada di rumah singgah dapat melaksanakan tugsnya dengan lancar,”ujarnya. (**)

Check Also

Lapas Banda Naira Lakukan Tes Urine Bagi WBP Baru

BANDA,N25NEWS.com  – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Banda Naira lakukan Tes Urine Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan …