Upacara Peringatan 400 Tahun Genosida Banda

BANDA,N25NEWS.com – Upacara Peringatan 400 Tahun Pembantai Etnis Banda yang diselenggarakan oleh
Perkumpulan Banda Muda (PERBAMU),di hadiri oleh Camat Banda bersama Forkopimcam, Latupati, dan Para Tokoh Banda dari berbagai elemen.

Acara berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan doa terhadap para Leluhur yang dibunuh oleh
Jan Pieterszon Coen, kemudian dilanjutkan dengan Cerita Napak Tilas peristiwa berdarah
tersebut yang dikemas dalam sebuah musikalisasi puisi yang sangat mengharukan dan tabur bunga
di sumur pembantaian.Acara ini juga disiarkan secara live streaming dan disaksikan oleh masyarakat di Belanda.

Ketua Umum PERBAMU Isra Prasetya menegaskan bahwa J.P. Coen yang masih di anggap pahlawan
di Belanda terutama di kelahirannya Hoorn sesungguhnya adalah Penjahat Kemanusiaan.

Isra juga menghimbau kepada pemerintah Belanda untuk memberikan Kompensasi atas peristiwa Genosida tersebut,mengingat hasil dari monopoli di Banda telah dimanfaatkan untuk membangun Kota-kota di Belanda yang masih ada hingga saat ini dan menjadikan VOC sebagai perusahaan dagang terkaya di dunia.

Selain itu mewakili masyarakat Banda Ketua Latupati membacakan pernyataan sikap anatara lain

1. Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh karena itu kami akan menjunjung tinggi harkat dan
martabat hidup, dan menolak segala bentuk penindasan hak-hak hidup orang Banda.

2. Bahwa tanah Banda adalah tanah kehidupan, dan oleh karena itu kami berkomitmen untuk menjaganya dari segala bentuk perampasan dan penyalahgunaan.

3. Bahwa pembangunan adalah keniscayaan, dan oleh karena itu kami mendukung segala bentuk pembangunan demi kemajuan, tetapi bukan pembangunan yang mengorbankan martabat kemanusiaan dan kerusakan lingkungan.

4. Bahwa Pala dan ikan adalah hajat hidup orang Banda, maka sudah sepantasnya diberi nilai yang adil dan
layak demi kesejahteraan orang Banda.

5. Bahwa Agama dan Adat adalah selaras dengan napas hidup orang Banda, menjaga agama dan adat adalah
keniscayaan bagi orang Banda.

Selain itu di tempat yang sama Rizal Bahalawan Tokoh Adat Nawasawar Banda menegaskan sejarah merupakan ilmu yang mempunyai makna sosial yang penting bagi perkembangan dan perubahan masyaakat .

Selain itu tambah Rizal dengan mengetahui sejarah dapat memotivasi seseorang untuk lebih baik lagi dari nenek
moyangnya,bahkan dengan pemahaman akan peristiwa masa lalu akan memotivasi dan menggugah kesadaran
sejarah secara klolektif.

Memperingati peristiwa genosida 400 tahun lalu di Banda,bukan sekedar peringatan belaka namun lebih dari pada
itu,kita di perlu di ingatkan peristiwa kelam masa lalu,untuk mempertahankan kedaulatan negara kesatuan
Republik indonesia akan terus di kenang sepanjang masa oleh generasi-generasi Banda di masa yang akan datang.

 

Check Also

Lapas Banda Naira Lakukan Tes Urine Bagi WBP Baru

BANDA,N25NEWS.com  – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Banda Naira lakukan Tes Urine Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan …