Warga Ngelu,Posko Kesehatan Unidar Tulehu Berlakukan Pelayanan Pra Bayar

AMBON,N25NEWS.com –  Warga korban terdampak gempa mengeluh terhadap pelayanan posko kesehatan Rumah Sakit Darurat Dr Ishak Umarella yang beroperasi dilokaso posko induk tanggap darurat Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Kampus Universitas Darusalam (Unidar) Tulehu memberlakukan pelayanan pra byar.

Sementara pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga telah memberikan bantuan obat-obatan untuk membantu pelayanan warga terdampak gempa dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Deputi Deputi Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra Sammal yang saat itu menyerahkan bantuan obat-obatan, serentak kaget setelah mendengar penjelasan dari Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan RS Darurat Dr Ishak Umarella, Hasnawati Rasyid yang mengatakan, pihaknya dalam memberikan pelayanan menggunakan sistim pra bayar.

Dengan demikian, secara tidak langsung setiap warga masyarakat maupun korban terdampak pengungsi harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapat pelayanan di RS tersebut.

“Ia pak, kami disini memberlakukan pelayanan kesehatan pra bayar, jadi setiap orang yang ingin mendapat pelayanan kesehatan dari kami, diharuskan membayar sesuai dengan jenis penyakit,”akui Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan RS Darurat Dr Ishak Umarella, Hasnawati Rasyid kepada Deputi usai memberikan bantuan obat-obatan.

Anehnya fasilitas tenda yang digunakan RS tersebut menggunakan tenda dengan nama BNPB termasuk jaringan kelistrikan PLN juga tidak ada yang dibayar.

RS darurat Dr Ishak Umarella yang telah didirikan sejak gempa Ambon pada Kamis (26/9) awalnya memberikan layanan kesehatan gratis bagi pengungsi di desa tersebut. Namun entah kenapa sejak beberapa hari lalu warga yang hendak beroba disuruh membayar.

Banyak  warga yang sakit pun mengeluh lantaran untuk berobat atau memeriksakan kesehatannya saja mereka harus mengeluarkan uang.

Akibatnya banyak pengungsi tidak lagi mendatangi rumah sakit tersebut untuk berobat.

“Sekarang semua tidak gratis lagi, walaupun kita pengungsi, hidup di tenda darurat kita tetap bayar kalau mau berobat,”ungkap Rahmawati salah satu pengungsi.

Ia mengakui, kalau ada salah satu ibu yang sakit di tenda, karena tidak memiliki ongkos pihak keluarga dari ibu tersebut tidak bisa dibawa ke RS tersebut, lantara sebelumnya ditanya kalau pihak RS darurat telah memberlakukan biaya pengobatan.
Menurut Rahmawati, pemberlakukan pra bayar yang diterapkan RS darurat yang berada di lokasi posko induk tanggap darurat Unidar Tulehu, secara tidak langsung sudah melakai hati warga terdampak gempa, sebab banyak dari mereka yang tidak mempunyai uang.

Baca juga :   Pemuda Desa Kawa SBB Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal

Untuk itu dirinya meminta perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah untuk bisa milihat penderitaan warga pengungsi dengan membentuk posko pelayanan kesehatan gratis, mengingat batas waktu tanggap darurat telah diperpanjang.

Ditanya soal pelayanan pra bayar kata Hasnawati Rasyid, pihak RS telah memberlakukan BPJS dan pasien bayar, itu setelah dicabut tanggap darurat pada tanggal 9 Oktober dan esoknya tanggal 10 sudah diberlakukan pelayanan pra byar.

“Namun setelah tanggap darurat dicabut, langsung BPJS minta bayar BPJSnya, sehingga kita mengalami kesusahan untuk mengratiskan masyarakat, karena kita juga mimiliki keterbatasan,”ungkap Hasnawati.
Sementara untuk Kabupaten SBB dan Malteng, pemerintah telah menambah waktu tanggap darurat sampai pada tanggal 16 Oktober mendatang, tapi hal tersebut rekesan tidak dihiraukan pihak RS darurat dan BPJS yang tetap memberlakukan pasien pra bayar atau mengunakan kartu BPJS untuk mendapat pelayanan kesehatan yang memadai di RS tersebut.

Terpisah Ketua Posko BPBD Malteng Bob yang dihubungi via selulernya, Senin(14/10) mengakui pemerintah telah memperpanjang tanggap darurat sampai tanggal 16 Oktober, sehingga pelayanan posko masih tetap berjalan seperti biasa.
Menyangkut dengan pelayanan kesehatan di RS darurat yang telah memberlakukan pasien pra bayar, dirinya menyarankan agar masyarakat maupun warga korban terdampak yang mengalami ganguan kesehatan, dirinya menyarankan agar langsung memeriksa kesehatan di Puskemas terdekat, untuk mendapat pelayanan gratis.

Reporter :RM

Editor : Redaksi

Check Also

UPT Pemasyarakatan Sabet Penghargaan Dari Dirjenpas

AMBON,N25NEWS.com  – Delapan Unit Pelaksana (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan …