Widya Murad Ismail Ajak Istri Bupati Walikota Perangi Stuting

AMBON,N25NEWS.com-Menjadi ibu adalah karir 24 jam sehari,tujuh hari seminggu,sepanjang tahun dan sepanjang hidup,bahkan tidak ada bonus,tak ada uang lembur,tak ada tunjangan,tak ada gaji serta tak ada cuti,kadang-kadang juga tidak dihargai.

“Kita mempunyai surat tugas yang diberikan langsung oleh Sang Pencipta.Ibu adalah ratu yang tak bermahkota di kepala,namun surga ada di telapak kaki ibu,”ungkap Widya usai mengkukuhkan para Ketua Tim Penggerak PKK sebagai ibu Parenting di Ballroom Hotel Santika Premire Ambon kamis (19/12).

Widya yang juga Duta Parenting (Perangi Stunting) Provinsi Maluku,ini seakan tak pernah lelah untuk mengkampayekan “Potong Pele”atau perangi stunting di Maluku.

Setelah turun langsung ke empat desa yang menjadi locus kasus stunting di tiga kabupaten yakni SBB,Kepulauan Aru dan Malteng,kali ini Widya mengajak para istri Bupati dan Walikota yang notabene adalah Ketua Tim Penggerak PKK di daerahnya,untuk bersama-sama memerangi stunting pada wilayahnya masing-masing.

“Hari ini kita berada pada upaya untuk menyatukan langkah,berkolaborasi dan bersinergi bersama membangun komitmen antara provinsi dan kabupaten/kota,”kata Widya.

Adapun,penamaan ibu parenting di kabupaten/kota juga cukup istimewa,sebab diberi nama sesuai dengan karakter dan ciri khas masing-masing daerah dalam penyebutan sosok seorang ibu parenting yang dikukukuhkan oleh Widaya adalah Asnib Parenting (Malra),Ina Parenting (MBD),Renad Parenting (Kota Tual),Mama (Kota Ambon),Enang Parenting (KKT),Ngina Parenting (Buru),Ina Parenting (Bursel),Ina Parenting (SBB),Jinang Parenting (Kepulauan Aru) dan Nina Parenting (SBT).

“Saya sangat yakin,ditangan mama-mama yang hebat dan luar biasa ini,akan terwujud niat baik kita semua dalam memerangi stunting di bumu raja-raja Maluki,untuk menuju generasi yang berkualitas tanpa stunting,”kata widya optimis.

Adapun,Ketua PKK Provinsi Malulu ini mengatakan,hasil riset kesehatan dasar (Rikesda) tahun 2018 menunjukan angka stunting di Maluku masih tergolong tinggi yaitu 34 persen,atau peringkat lima tertinggi di Indonesia.

Untuk itu,lanjut Widya,perlu ada upaya percepatan pencegahan stunting yang akan lebih efektif apabila intervensinya dilakukan secara konvergen,terkoordinir,terpadu dan bersama-sama pada target sasaran wilayah dan rumah tangga prioritas untuk mencegah stunting.

Dikatakannya lagi,peran para ibu Ketua Tim Pebggerak PKK provinsi sebagai ibu parenting,dapat bekerjasama dengan OPD terkait,mulai dari tingkat kabupaten hingga implementasinya di tingkat desa.
Berbeda dengan tahun ini lanjut ia,tahun depan pihaknya akan melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah keluarga stunting,agar dapat melihat pola asuh yang dilakukan keluarga.

Sementara itu,Gubernur Maluku Murad Ismail mengatakan,peran strategis pemerintah untuk mencapai keberhasilan dari tujuan pembangunan,tidaklah berhasil tanpa dukungan para ibu.
“Hari ini kita menyaksikan adanya komitmen pembangunan bersama,perdepatan penurunan kemiskinan dan stunting,yang dirangkai dengan pengukuhan ibu Parenting,maka ini adalah langkah maju yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia dan ide ini datang dari Ketua PKK Provinsi Maluku Widya Murad Ismail,ungkap Gubernur.

Gubernur berharap agar para suami yang kebetulan menjabat sebagai Bupati/Walikota juga dapat mendukung aktivitas Tim Penggerak PKK di daerahnya dalam memerangi stunting.

“Untuk para Bupati/Walikota saya tau betul capaian prestasi seorang bapak,tentunya terdapat seorang ibu yang hebat.Untuk itu saya harap ada dukungan serupa juga diberikan kepada ibu-ibu Ketua PKK kabupaten/kota di Maluku,”tandasnya.

Sumber : Humas Pemprov Maluku
Editor : Aris W

Check Also

299 Tamtama Remaja Resmi Dilantik Di Rindam Pattimura

AMBON,N25NEWS.com-Pangdam XVI/ Pattimura, Mayjen TNI Bambang Ismawan, S.E, M.M., yang diwakilkan oleh Kasdam XVI/ Pattimura, …